KABUPATEN, JP Radar Kediri - Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Brenggolo, Plosoklaten kemarin (7/6). Kejadian itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dengan mengenaskan. Korban tersebut tewas setelah tubuhnya tertindih truk yang mengangkut tebu.
Proses evakuasi korban pun memakan waktu panjang. Polisi dan petugas penolong butuh waktu dua jam untuk mengevakuasi tubuh korban. Bodi truk baru bisa diangkat pada pukul 18.00. Sekaligus mengambil jasad korban yang tertindih. Sementara kecelakaanya terjadi pukul 16.00.
“Korban meninggal dunia tertimpa kepala truk. Posisi akhir truk terguling ke kiri,” terang Kapolsek Plosoklaten Iptu Agus Sudarjanto.
Korban meninggal disebutkan bernama Khoirul Anam, 28. Pemuda ini warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Selain itu, ada dua korban luka-luka dalam kecelakaan ini. Yaitu Hasim Manaji, 21, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten dan Arif Budianto, 29, warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Hasim saat itu dibonceng oleh Khoirul. Sedangkan Arif merupakan sopir truk.
Berdasarkan keterangan saksi mata kepada polisi, kejadian bermula ketika truk bernopol AG 8628 DD yang mengangkut tebu melaju dari arah Pare menuju Wates. Saat itu truk dilaporkan berjalan dalam laju yang tidak terlalu kencang karena muatannya yang penuh.
Saat sampai di tempat kejadian perkara (TKP), yang tidak jauh dari Mapolsek Plosoklaten, tiba-tiba truk oleng ke kanan. Lajunya juga tak terkendali. Truk kemudian menabrak gapura yang ada di tepi jalan. Usai menabrak gapura truk langsung ambruk ke sisi kiri.
Pada saat ambruk itulah melintas Khoirul yang berboncengan dengan Hasim. Motor yang mereka tumpangi melaju dari arah sebaliknya. Karena kejadian begitu cepat Khoirul yang memegang kemudi tak bisa menghindar.
Hasim yang ada di boncengan sedikit beruntung. Sebelum truk benar-benar menimpa dia sempat terlempar dari kendaraan. Membuatnya terhindar dari tertimba bodi truk.
“Dia (Hasim, Red) jatuh di sisi timur truk yang terguling. Bisa jadi dia terlempar karena benturan,” duga Iptu Agus.
Meskipun tak tertimpa truk, Hasim tetap mengalami luka yang parah. Darah mengucur di luka yang terjadi di kepala sisi kiri. Pendarahan yang terjadi juga relatif parah.
Sementara sopir truk hanya mengalami luka ringan di pergelangan tangan. “Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Pare,” jelas Iptu Agus.
Menurut Iptu Agus, untuk mengevakuasi korban dari tindihan truk tersebut membutuhkan waktu cukup lama. Sebab truk tersebut terguling ke parit. Menurut Iptu Agus, sekitar pukul 18.00 WIB truk tersebut baru bisa diangkat dari parit. Truk tersebut mengalami kerusakan di bagian depan. Sedangkan motor yang ditumpangi korban, Honda Tiger, juga rusak di beberapa bagian. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 15 juta.
Editor : adi nugroho