Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemuda Mojo Cabuli 10 Gadis di Bawah Umur, Korban Ada yang Aborsi

adi nugroho • Sabtu, 6 Juni 2020 | 05:15 WIB
pemuda-mojo-cabuli-10-gadis-di-bawah-umur-korban-ada-yang-aborsi
pemuda-mojo-cabuli-10-gadis-di-bawah-umur-korban-ada-yang-aborsi

KOTA, JP Radar Kediri – Bima Naufal, 19, harus bersiap menghadapi sederet jeratan pidana akibat perbuatan yang dia lakukan. Pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini telah mencabuli sederet gadis di bawah umur. Tak tanggung-tanggung, korban yang dia cabuli diperkirakan 10 gadis.


Lebih parah lagi, salah satu korbannya ada yang hamil. Korbannya itu kemudian menggugurkan janin yang dikandung. Fakta-fakta seperti itu, bila terbukti, akan membuat pemuda ini mendekam lama di penjara.


Tindakan tercela Bima sejatinya sudah berlangsung sejak 2019. Sayangnya, petualangan bejatnya tak tercium. Hingga saat dia hendak menggauli korban terakhirnya yang masih berusia 16 tahun, sebut saja, Anggrek, Minggu (31/5). Saat itulah aksi mesumnya bisa dipergoki.


“Pelaku ditangkap pada Rabu (3/6, Red) malam di rumahnya,” terang Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi kemarin (4/6).


Penangkapan pelaku itu berdasar laporan dari orang tua korban. Polisi menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Menurut Kamsudi, polisi yang tergabung dalam unit resmob mendeteksi pelaku ada di rumahnya di Desa Kedawung. Saat polisi datang Bima tak melakukan perlawanan.


“Pelaku saat itu berada di teras rumahnya. Kemudian personel menangkap dan membawa pelaku ke Mapolresta Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah mantan Kapolsek Papar ini.


Dari informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, Anggrek yang merupakan teman korban, setidaknya sudah digauli oleh Bima sebanyak dua kali. Aksi terakhirnya terjadi Minggu itu. Namun bisa dipergoki oleh salah seorang saudara Anggrek. Mengetahui hal tersebut saudara korban itu segera memberitahukan kejadian tersebut ke orang tua Anggrek.


Dari penangkapan Bima itulah akhirnya deretan aksi mesum Bima terbongkar. Pada Anggrek, Bima mengaku menyebutuhi gadis tersebut pertama kali pada Januari 2020. “Dilakukan di salah satu rumah. Kemudian dilakukan lagi perbuatan serupa pada Februari di rumah kosong yang tidak jauh dari rumah pelaku,” papar Kamsudi.


Yang membuat geleng-geleng kepala, Anggrek bukan satu-satunya korban petualangan Bima. Masih ada sederet gadis yang semuanya di bawah umur yang jadi korbannya. Polisi mencatat untuk sementara ini korban Bima mencapai 10 orang.


“Sementara ini hasil pemeriksaan ternyata pelaku melakukan perbuatan cabul dan persetubuhan kepada lebih dari 10 perempuan,” lanjut Kamsudi.


Kamsudi menegaskan polisi terus melakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk mengungkap jumlah pasti korban kebejatan pemuda tersebut. Bahkan, salah satu korban berinisial AN disebutkan sudah 15 kali disetubuhi. Akibatnya AN hamil.


“Korban lainnya disetubuhi sejak 2019 sampai 2020 dan terjadi sebanyak 15 kali,” ucapnya.


Entah siapa yang mengambil inisiatif, akhirnya AN melakukan aborsi pada 27 September 2019. Caranya dengan meminum obat aborsi. “Obat (aborsi) itu dibeli via online,” ujar Kamsudi.


Setelah meninggal dan keluar, janin dimasukkan ke satu wadah. Kemudian dikubur di belakang rumah seorang teman Bima. Namun pada 25 Mei lalu janin tersebut dipindah ke pemakaman umum desa setempat. Dalam melakukan aksi pemindahan itu Bima dibantu dua orang temannya.


“Pelaku masih berada di ruang tahanan Mapolresta Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami menduga (masih) ada korban lainnya,” pungkasnya.

Editor : adi nugroho
#kediri #polres kediri