BERBEK, JP Radar Nganjuk - Mawar (nama samaran), 14, warga salah satu kelurahan di Kota Nganjuk harus mengalami peristiwa traumatis dalam hidupnya. Pasalnya, siswi SD tersebut diperkosa secara bergilir oleh empat orang pemuda. Sebelumnya, dia juga dicekoki miras oleh para pelaku.
Adalah Ahmad Nafikul Rajak, 20; Ahmad Ulil Absor, 19; Sapuan, 24; dan Lif,18 yang tega melakukan aksi bejat itu. “Keempatnya kami tetapkan sebagai tersangka kasus perkosaan tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan, kemarin siang.
Lebih lanjut Nikolas mengungkapkan, Mawar dicekoki miras oleh keempat tersangka di sekitar Stadion Berbek pada Sabtu (25/4) malam. Sejurus kemudian, korban kehilangan kesadaraannya lantaran telah menenggak beberapa gelas miras.
“Para pelaku mencekoki korban dengan miras sekitar pukul 20.00,” lanjut perwira dengan dua balok emas di pundak tersebut.
Mendapati korbannya berada di bawah pengaruh miras, keempat pelaku langsung merencanakan pemerkosaan. Namun, mereka tidak langsung memperkosa Mawar di tempat mereka menenggak miras tersebut.
Oleh keempat pelaku, korban dibawa ke area makam Bong Cino di Desa/Kecamatan Berbek. Lantaran sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, Mawar pun tak kuasa untuk melawan atau menyelamatkan diri. “Di sanalah korban diperkosa oleh keempat pelaku tersebut,” tandas Nikolas.
Pihak keluarga yang berusaha mencari Mawar baru berhasil menemukannya pada Senin (27/4) sekitar pukul 19.00. Kala itu, keluarga dan teman-temannya menemukan korban berada di Desa Ngepeh, Loceret.
Setelah mendapatkan pengakuan dari Mawar, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk. Laporan tersebut disampaikan pihak keluarga pada Selasa (28/4) sekitar pukul 01.30.
Mendapati laporan itu, Nikolas langsung memerintahkan anggotanya untuk menyelidiki kasusnya. Termasuk memburu keempat pelaku yang masih berkeliaran. Hingga akhirnya, pada hari yang sama keempat pelaku dapat dibekuk oleh tim Macan Wilis.
“Awalnya kami menangkap tiga pelaku terlebih dahulu. Lalu pada malam harinya pelaku terakhir berhasil kami amankan juga,” pungkas pria kelahiran Jogjakarta tersebut.
Editor : adi nugroho