NGANJUK, JP Radar Nganjuk- MZN, 24, dan PKD, 21, harus berurusan dengan Satpol PP Nganjuk. Pasalnya, keduanya kedapatan sedang berduaan di dalam ruang khusus rental VCD Prima di Jl WR Supratman Kota Nganjuk, Rabu (8/4) malam. Saat didatangi tim satpol, mereka tengah asyik menonton film yang disewanya di sana.
“Kami mendapatkan laporan warga kalau di sini beberapa kali dibuat untuk mesum. Akhirnya, kami lakukan pengecekan langsung,” ujar Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Sujito kepada koran ini.
Sujito mengungkapkan, tempat rental VCD itu dari luar dan dalam memang sangat berbeda. Pasalnya, dari luar toko tersebut hanya terlihat seperti tempat rental kaset film biasa. Namun, jika masuk ke dalam, ternyata ada tiga ruang home teather yang disediakan bagi pengunjung.
“Ada tiga ruangan. Dua yang difungsikan. Salah satu ruangannya kami menemukan ada muda-mudi berduaan di dalamnya,” tuturnya.
MZN dan teman wanitanya pun nampak kaget saat Sujito dan beberapa anggota lainnya membuka pintu ruangan home theater tersebut. Wajah keduanya langsung nampak tegang. Mereka tak menyangka kesenangannya akan berakhir seperti itu.
Kepada Jawa Pos Radar Nganjuk, Sujito mengungkapkan, pihaknya khawatir tempat tersebut dijadikan sarana mesum bagi remaja maupun pasangan bukan suami-istri. Pasalnya, pernah ada laporan remaja mesum di salah satu tempat serupa hingga akhirnya hamil. “Namanya cewek dan cowok di dalam ruangan berdua kan ya dikhawatirkan terjadi tindakan asusila,” imbuh Sujito.
Sementara itu, keduanya mengaku hanya teman biasa saja. Mereka pun berusaha meyakinkan petugas bahwa tidak melakukan tindakan mesum atau semacamnya di sana. Dari data yang dihimpun, keduanya merupakan pegawai salah satu pusat perbelanjaan di Nganjuk. “Ngakunya sedang bersantai sebentar,” tandasnya.
Lantaran tidak terbukti sedang melakukan tindak asusila atau mesum, keduanya tidak sampai dibawa ke kantor Satpol PP Nganjuk. Namun, Sujito tetap memberikan arahan dan pembinaan di tempat. Sekaligus, melakukan pendataan terhadap keduanya.
“Kami data dan beri pembinaan. Setelah berjanji tidak mengulangi lagi, kami minta langsung pulang ke rumah masing-masing,” katanya disela-sela patroli ke sejumlah warung dan kafe di Nganjuk itu.
Tak hanya kedua sejoli tersebut, pemilik atau pengelola tempat rental tersebut juga diberikan pembinaan. Petugas berharap agar ruang home teather tersebut diawasi. Pasalnya, bila luput dari pengawasan, tidak menutup kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, selain satpol PP, Rabu malam lalu tim gabungan Polres Nganjuk juga kembali menyasar sejumlah warung dan tempat keramaian yang menjadi tempat berkumpul masyarakat.
Pantauan koran ini, tim yang dipimpin oleh Iptu Imam Santoso itu mendatangi warung di kawasan stadion Anjuk Ladang. Di sana, sejumlah pemuda yang masih nekat ngopi dan cangkruk diminta pulang.
Dari stadion, tim gabungan mendatangi kafe Samcir yang tengah dikunjungi puluhan orang. “Jangan berkumpul. Rawan penularan korona. Kalau mau dibawa pulang (makananya, Red) silakan,” ujar Imam meminta para pengunjung kafe untuk pulang agar tak tertular Covid-19.
Editor : adi nugroho