KABUPATEN, JP Radar Kediri – Warga Dusun Bungas, Desa Kedak, Kecamatan Semen dihebohkan dua ular yang makan ayam, Kamis (9/1). Kemarin, sekitar pukul 14.30 warga bersama Polsek dan Babinsa Semen menangkap salah satu ular tersebut.
Ular ditemukan di sekitar jembatan Kali Kesal, Desa Kedak. Awalnya, beberapa anak memancing ikan di sana. Sekitar pukul 14.00, mereka melihat dua ular menyeberang menuju pinggir sungai. “Satu besar, satu lagi lebih kecil,” ujar Babinsa Semen Serda Gusyanto.
Beberapa warga pun mendekatinya. Salah satu berani menangkapnya. Namun ular yang besar berhasil kabur. Mulut ular yang tertangkap diikat selotip. Lalu dimasukkan karung. Ular jenis piton atau sanca ini panjangnya tiga meter dengan diameter sekitar 13 sentimeter (cm).
Ternyata, ular baru memakan satu ayam di pinggir sungai. Kondisinya lemas. Diduga tak bisa bernapas akibat diselotip. Padahal, berusaha memuntahkan ayam yang ditelannya. “Akhirnya ular mati,” ujar Aris, kepala Dusun Gambiran, Kedak.
Rencananya, warga akan menyerahkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Analis Data BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Suparni mengatakan, kewenangannya hanya terkait pengamanan maupun binatang yang dilindungi di Peraturan Menteri (Permen) Nomor 106/2018 tentang jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi. “Jika ada laporan yang masuk, nanti dipertimbangkan dahulu,” terangnya.
Dari kasus di Desa Kedak, menurut Suparmi, ular tersebut tidak dilindungi. Dari sekian banyak jenis sanca, hanya sanca timor, hijau, bodo dan sanca bulan yang dilindungi. Ia mengungkapkan, saat ini merupakan musim menetasnya telur ular. Kebanyakan ular kecil sering berkeliaran. Awal musim pancaraboba lumrah hal seperti itu. Namun, perlu diingat bahwa semakin panjang kemarau, telur-telur ular juga semakin banyak. Naluri alamiahnya mencari tempat yang lebih aman ketika sarangnya terancam banjir.
Editor : adi nugroho