Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Terperosok, Ambruk, Braakk...Wanita Bojonegoro Tewas Terlindas Bus

adi nugroho • Senin, 6 Januari 2020 | 20:59 WIB
terperosok-ambruk-braakkwanita-bojonegoro-tewas-terlindas-bus
terperosok-ambruk-braakkwanita-bojonegoro-tewas-terlindas-bus

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Dua kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kabupaten Kediri kemarin. Dua-duanya berakhir dengan meninggalnya korban. Dua kecelakaan itu terjadi di jalur Kediri-Nganjuk dan di jalur SLG-Pagu.


Kecelakaan di jalan raya Kediri-Nganjuk lokasinya di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan. Terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Melibatkan sepeda motor dan bus Dahlia Indah.


Korban yang meninggal adalah Rupikatun, 62.  Wanita warga Desa Ledokkulon, Bojonegoro ini meninggal di lokasi kejadian setelah tubuhnya terlindas bus Dahlia Indah usai terjatuh dari sepeda motor yang dia tumpangi.


Awalnya, ibu rumah tangga tersebut berkendara bersama anaknya, Bambang Prasetyo, 39. Korban dibonceng sang anak dengan menggunakan motor Honda Supra bernopol S 6107 DQ. “Mereka berkendara dari Kediri menuju Nganjuk,” terang Kanitlaka Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Cahyo Widodo.


Sesampainya di lokasi, motor tersebut hilang kendali. Kemudian ambruk ke kanan. Keduanya terjatuh ke aspal. Posisi jatuh Rupikatun lebih ke tengah dibanding sang anak.


Padahal, pada saat bersamaan meluncur bus  Dahlia Indah dari arah berlawanan. Laju kencang bus berwarna merah itu tak bisa menghindari tubuh Rupiatun yang tergeletak di aspal. Kemudian melindasnya tanpa ampun. Sedangkan Bambang luput dari nahas lebih parah karena tak terlindas. Dia hanya mengalami luka ringan.


Usai melindas korban, bus tak menghentikan lajunya. Warga pun segera melaporkan kejadian ke Polsek Tarokan. Serta membawa kedua korban ke rumah sakit.


Polsek Tarokan kemudian berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kediri Kota. Akhirnya, bus dan pengemudinya bisa dihentikan. Setelah itu langsung diamankan di kargo Terminal Lama. Bus tersebut diketahui bus dengan trayek antarkota antarprovinsi (AKAP) milik PO Dahlia Indah Cendana.


Sopir bus mengaku sempat tahu bila ada motor jatuh ketika melintas. Namun dia mengaku tak tahu apakah korbannya meninggal saat terjatuh atau karena terlindas busnya. “Namanya musibah, kalaupun tidak bus saya yang lewat, ya mungkin mobil lain,” kilahnya enteng.


Si  sopir itu menyebut pengendara motor terjatuh karena melintasi lubang jalan yang tertutup genangan air. Untuk memastikan penyebab awal kecelakaan tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan. Hingga pukul 16.00 WIB, sopir bus masih menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Satlantas Kota Kediri. “Barang bukti sepeda motor juga sudah dibawa ke mako (kantor Satlantas Kota Kediri,Red),” pungkas Cahyo.


Sementara itu, kecelakaan di Pagu menyebabkan Okta Febriansyah, 28, asal Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang tewas. Setelah dia terlibat kecelakaan dengan Sunan Al Rosid, 26, warga Dusun Tanjunganom, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.


Okta meninggal di TKP yang berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu. Mulanya Okta yang mengendarai sepeda motor Honda CB 150R melaju dari utara. Sementara Sunan yang mengendarai mobil Isuzu Panther melaju dari arah sebaliknya.


“Di TKP, sepeda motor yang dikendarai Okta oleng ke kanan, akibatnya terjadi tabrakan,” terang Ipda Agung Dwi Satyo, kepala Unit Laka Lantas Polres Kediri kemarin (5/1).


Okta mengalami luka robek di bagian kepala belakang. Dari hidung dan telinga keluar darah. Sementara Sunan mengalami luka robek di tangan kiri. Dan jari tengah kanan mengalami luka lecet. “Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara,” ungkap Agung.


Untuk kendaraan Honda CB 150R mengalami ringsek di bagian bodi depan. Sementara untuk Isuzu Panther bodi depan bagian kanannya penyok. Selain itu kaca depan mobil ini juga pecah.

Editor : adi nugroho
#radar kediri #pagu #tewas #meninggal #kecelakaan