PLEMAHAN, JP Radar Kediri— Belum lagi identitas Mr X yang tewas di Sungai Brantas terkuak, kemarin kembali ditemukan warga yang meninggal di sungai. Kali ini lokasinya di sungai Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Adalah Sakian, 55, warga yang ditemukan tewas tersebut. Dia beralamat di Jalan Pandan, Dusun Kalirejo, Kelurahan/Kecamatan Pare. Sehari-hari bekerja serabutan.
Saksi pertama yang menemukannya adalah Nanang, 36, warga Desa Mejono, Kecamatan Plemahan. Selanjutnya, dia melaporkan temuan itu ke Nariyono, 45, perangkat desa setempat.
“Semula Nanang bermaksud ke kebun miliknya. Melihat ada mayat di sungai, ia melaporkan hal itu ke perangkat desa. Nariyono sebagai saksi kedua melaporkan kejadian itu ke Polsek Plemahan,” terang Aipda Andhik Susilo, kasi humas Polsek Plemahan.
Petugas dari Polsek Plemahan disusul oleh Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polres yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi. Juga, identifikasi. Dengan peralatan Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis) yang dimiliki, mereka berhasil mengidentifikasi jenazah itu sebagai Sakian. Sebelum ditemukan meninggal, Sakian hidup sebatang kara. Dia telah pergi dari rumah selama tiga hari. Rumah yang ditinggali pria ini adalah kediaman Min Pero, 86, di Jl Pandan, Dusun Kalirejo, Kelurahan/Kecamatan Pare. Min Pero sehari-hari bekerja sebagai pengayuh becak. Dia memberi tumpangan pada Sakian.
Sakian meninggalkan rumah dalam keadaan sakit. “Korban (Sakian, Red) hidup sebatang kara dan biasanya tidur di teras Min Pero. Korban kurang lebih sudah 10 tahun tinggal di alamat tersebut. Untuk alamat asli tidak diketahui,” ungkap Andhik.
Dugaan sementara, Sakian meninggal karena terpeleset saat hendak buang air besar. “Karena ditemukan kotoran di sekeliling TKP (tempat kejadian perkara). Dan celana korban dalam keadaan terlepas. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kediri,” pungkas Andhik. (c2)
Editor : adi nugroho