KABUPATEN, JP Radar Kediri- Warga Desa Kedak, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu pagi (18/12), heboh. Ini setelah Jaeran, petani setempat, menemukan mortir saat mencangkul lahannya. Diduga, mortir itu merupakan sisa perang revolusi kemerdekaan.
Jaeran mengatakan, mortir karatan itu ditemukan sekitar pukul 10.30. Saat itu dia sedang menggarap sawahnya untuk membuat saluran irigasi. Awalnya semua lancar saja. Musim penghujan membuat cangkulnya lebih mudah diajak bekerja.
Namun, beberapa saat kemudian, Jaeran menghentikan cangkulannya. Dia melihat gundukan seperti batu. Khawatir mata cangkulnya rusak jika mengenai benda keras itu, Jaeran pun berjongkok untuk memindahkan benda tersebut.
Namun, betapa kagetnya dia saat tahu apa yang ditemukan. “Ternyata bom,” katanya. Besinya yang telah karatan dan berselimut tanah membuatnya tampak seperti batu.
Warga Dusun Pandanarum itu lantas melaporkannya ke perangkat desa. Diteruskan ke Polsek Semen.
Sunarti, kepala Desa Kedak, menjelaskan, penemuan mortir itu merupakan yang ketiga kali di wilayahnya. Pertama pada tahun 1990-an. Kemudian yang kedua, dua tahun silam, 2017. “Lokasi tidak berjauhan. Masih satu dusun, namun beda RT,” jelasnya.
Dia menduga, mortir tersebut merupakan peninggalan zaman revolusi kemerdekaan. Sebab, lokasinya berada di sekitar perlintasan rute gerilya pasukan TNI yang dipimpin Panglima Besar Jenderal Soedirman. (c1)
Editor : adi nugroho