PARE, JP Radar Kediri – Margiasmani, 41, warga Jalan Letjend Sutoyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pare nekat mengakhiri hidupnya. Kemarin (11/10), ibu rumah tangga (RT) ini ditemukan gantung diri di blandar kandang, samping rumahnya. Diduga perbuatan itu dilakukan karena tidak tahan dengan penyakit kanker serviks yang lama diderita.
“Korban ditemukan dalam keadaan menggantung, sekitar pukul 06.00 WIB,” terang Bripka Randy Prasetyo, kasihumas Polsek Pare.
Kali pertama, Jasad Margi ditemukan Suasono, 44, suaminya. Sebelumnya, Margi diketahui sempat mandi. Namun, setelah itu Suasono tak melihat istrinya di kamar. “Suaminya lalu mencari hingga ke luar rumah,” kata Randy.
Ketika berada di halaman rumah, Suasono melihat pintu kandang yang sudah tak terpakai terbuka. Padahal biasanya tertutup. Dia segera memeriksa. Di dalam, laki-laki kelahiran 1975 ini melihat istrinya sudah tergantung. “Kaget mengetahui hal itu, Suasono mencari pertolongan,” tutur Randy.
Dia membangunkan Apri Yongki Pratama, 25, anaknya. Yongki kemudian melapor ke perangkat desa diteruskan ke polisi. Polsek Pare bersama tim Inafis Polres Kediri langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Di sana mereka menurunkan jasad perempuan berambut ikal itu.
Kain warna ungu motif bunga sepanjang 130 cm yang menjerat leher Margi dilepas. Hasil pemeriksaan dokter Puskemas Sidorejo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Korban meninggal karena gantung diri,” ungkap Randy.
Keterangan yang didapatkan kepolisian, korban sudah bertahun-tahun menderita penyakit kanker serviks. Diduga karena tak kunjung sembuh, perempuan kelahiran 1978 ini ingin mengakhiri hidup. Namun hal tersebut dicegah keluarganya.
Editor : adi nugroho