KEDIRI KABUPATEN – Hingga tadi malam polisi terus mencari keberadaan Ahmad Jaini, alias Mad. Lelaki 45 tahun warga Desa Nyawangan, Kecamatan Kras tersebut menjadi terduga pelaku pembunuhan terhadap istrinya, Endang Widiyawati, 40. Lelaki tersebut kabur sesaat sebelum mayat Endang ditemukan oleh para tetangganya.
Kasus pembunuhan itu terjadi kemarin (27/5). Mayat Endang ditemukan warga sekitar pukul 10.00 WIB. Tergeletak di samping tempat tidur. Dalam kondisi mengenaskan. Di leher Endang ada luka sayatan benda tajam. Darah menggenang di sekitar tubuh korban itu.
Kasus itu terbongkar berawal dari kecurigaan Sriani, kakak korban. Sebab, Endang telah janjian dengan Sriani hendak pergi ke pasar. Endang pun berjanji akan menjemput Sriani yang tinggal di rumah orang tua mereka. Karena ditunggu-tunggu tak kunjung datang, sekitar pukul 09.30, Sriani pun mendatangi rumah Endang yang berjarak 50 meter dari rumahnya.
“Saat di depan rumah (Endang) saya melihat sepeda motor dan sandal yang biasa digunakan Endang,” terang Sriani.
Yang menarik, di lubang kunci sisi luar pintu tertancap anak kunci. Namun ketika hendak dibuka Sriani, pintu itu tak bisa. Seperti tergerendel dari dalam. Wanita tersebut kemudian menuju pintu belakang. Pada saat itulah dia bertemu dengan Mad, yang tergesa-gesa keluar rumah dan menuju motor Honda Supra 125 warna hitam.
“Saya sempat bertanya Endang berada di mana?” kata Sriani menceritakan pertanyaannya kepada Mad.
Bukannya menjawab dengan baik-baik, laki-laki kelahiran 1969 itu justru membentak Sriani. Dengan mengatakan bahwa istrinya tak ada di rumah. Sriani yang bingung kemudian bertanya kenapa kuncinya ada di sisi luar? “Saya tanya lagi apa pintunya dikunci dari dalam?” kata Sriani lagi.
Masih dengan membentak, Mad mengatakan dia yang mengunci pintu. Setelah itu dia kemudian pergi mengendarai motornya. “Perginya ke arah Selatan,” tutur Sriani.
Sambil membawa kunci rumah milik Endang, Sriani kembali ke rumah orang tuanya. Kunci rumah Endang itu kemudian diberikan ke Suparmi, 66, ibunya. Dia kemudian memilih menunggu kedatangan Endang.
Sekitar setengah jam menunggu, Sriani mulai khawatir karena adiknya tak kunjung terlihat. Dia kemudian mengajak putranya, Ahmad Basoni, 25, menuju ke rumah Endang. Mereka kemudian berusaha mencongkel jendela kamar depan agar bisa masuk ke dalam rumah.
Setelah berhasil membuka jendela, Sriani bersama dengan Soni masuk. Saat itulah keduanya mendapati Endang dalam keadaan tergeletak. Telentang di lantai kamarnya. “Kondisi tubunya tersimbah darah, dengan luka sobek di bagian leher. Setelah dicek rupanya sudah dalam keadaan meninggal,” jelasnya.
Polisi yang dihubungi kemudian mendatangi lokasi kejadian. Polisi dari Polsek Kras dan Tim Inafis Polres Kediri kemudian mengevakuasi mayat tersebut sekitar pukul 12.00. Membawanya ke RS Bhayangkara Kediri.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polsek Kras Aiptu Didik menerangkan, saat ini polisi terus memburu suami korban. “Kami terus mencari keberadaannya,” terang Didik.
Menurut Didik, kecurigaan memang mengarah ke Mad. Sebab, sebelum peristiwa itu keduanya diketahui tengah cekcok. Pertengkaran juga sering terjadi sebelumnya. “Sebelum kejadian itu keduanya juga diketahui sering cekcok,” tambah Didik.
Dalam kasus ini, polisi telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Selain Sriani dan Soni yang menemukan mayat korban, polisi juga meminta keterangan Jalil dan Hartinah. Dua nama yang disebut terakhir itu adalah tetangga korban.
Tragedi Pagi Berdarah Nyawangan
- 08.00, Endang pamit balik ke rumahnya sendiri untuk ambil perhiasan. Dia kemudian janjian dengan kakaknya, Sriani, untuk menjual perhiasan itu ke pasar.
- 09.30, Karena adiknya tak kunjung kembali, Sriani mendatangi rumah Endang. Bertemu suami korban, Mad, yang mengatakan Endang tak ada di rumah. Mad kemudian pergi dengan motornya ke arah Selatan.
- 10.00 Sriani kembali ke rumah Endang mengajak Soni, anaknya. Keduanya mencongkel jendela agar bisa masuk.
- Sriani dan Soni menemukan tubuh Endang tergeletak di lantai kamar dengan kondisi leher tersayat benda tajam.
- 12.00 Polisi mengevakuasi mayat Endang ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.
- 18.00 Otopsi selesai. Mayat Endang dibawa ke rumah keluarga untuk disemayamkan.
- 19.00 Mayat Endang dimakamkan di TPU Desa Nyawangan, Kras.
Editor : adi nugroho