Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hendak Tidur, Nemu Bayi di Teras

adi nugroho • Rabu, 6 Maret 2019 | 16:19 WIB
hendak-tidur-nemu-bayi-di-teras
hendak-tidur-nemu-bayi-di-teras

KEDIRI KABUPATEN – Ketenangan warga Dusun Baran, Desa Cendono, Kecamatan Kandat terusik dini hari kemarin. Warga dikagetkan dengan penemuan bayi di depan rumah salah seorang warga. Bayi yang usianya masih dalam hitungan hari itu diperkirakan telah dibuang oleh orang tuanya.


Bayi tersebut ditemukan di pojok teras rumah Jumiati, 45. Berada di dekat tembok yang membatasi antara toko dan rumah pedagang peracangan tersebut. Usai ditemukan sang bayi langsung dilarikan ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Menjalani perawatan intensif. Sementara, hingga kemarin polisi masih terus menyelidik kasus tersebut.


Penemuan bayi itu terjadi sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu Jumiati dan Surip, 55, suaminya, hendak beranjak tidur. “Saat itu kami barusan jagongan bersama dengan tetangga di depan rumah,” terang Jumiati.


Saat keduanya berada di kamar, terlihat lampu motor menyorot ke arah rumah. Dari dalam kamar terlihat jelas ada sosok perempuan turun dari sepeda motor. Tangannya menggendong sesuatu yang terbungkus kain. “Suami saya lantas teriak, mau buang apa itu?” cerita Jumiati lagi.


Karena kaget, wanita yang berada di dalam boncengan itu langsung menaruh bungkusan di teras. Kemudian bergegas meninggalkan lokasi. Karena penasaran, Surip keluar rumah. Kemudian melihat benda apa yang ditaruh di teras rumahnya. Alangkah kagetnya suami Jumiati itu setelah melihat isi bungkusan kain. Karena di dalamnya terdapat sesosok bayi. “Suami saya teriak memanggil saya, memberitahu bahwa benda yang dibuang tersebut adalah bayi,” tutur Jumiati.


Suara ribut-ribut itu membangunkan tetangga sekitar rumah Surip. Mereka kemudian mendatangi arah keributan. Warga pun bergerombol di teras rumah pedagang tersebut. Selang sepuluh menit kemudian, bayi berjenis laki-laki tersebut menangis.


Saat ditemukan bayi tersebut hanya dibungkus dengan kain warna putih dan selimut warna coklat. Jumiati kemudian menyelimuti bayi malang tersebut. “Tetangga bilang jangan dipegang, nanti ada sidik jari saya yang menempel,” ungkap Jumiati.


Karena merasa takut, Jumiati menaruh selimut secara berhati-hati. Dia  menjaga agar tangannya tidak terkena si bayi. Jumiati mengaku menyuruh sepupunya yang bernama Suyono melapor ke Yusuf, ketua RT setempat. Oleh Yusuf, Suyono disarankan melaporkan ke polisi. Dia pun akhirnya memberitahu Polsek Kandat soal penemuan tersebut.


“Petugas yang saat itu mendapatkan laporan langsung ke lokasi kejadian,” terang Kapolsek Kandat Iptu Hariyanto.


Soal pembuang bayi, Hariyanto menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan. Mereka akan mencari sosok pembuang bayi sesuai dengan gambaran dari saksi. Kebetulan saat kejadian saksi bisa melihat sekilas gambaran dari pembuang tersebut.


Kemarin, bayi tersebut masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Gambiran. Bayi itu menempati salah satu inkubator yang ada. Meskipun demikian, kondisi bayi dilaporkan dalam keadaan sehat dan stabil.


Sesuai prosedur dinas sosial, bayi yang ditemukan tersebut akan tetap mendapat perawatan hingga melihat kondisi bayi. Dan bila sampai batas waktu ternyata orang tua bayi tak ditemukan, maka akan dirawat oleh negara. Yaitu di UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita di Sidoarjo.


 


Ciri-Ciri Pembuang Bayi Kandat


 


-         Pelaku dua orang, laki-laki dan perempuan.


-         Pelaku mengendarai motor Suzuki Satria warna hitam.


-         Yang meletakkan bayi pelaku perempuan.


-         Usai meletakkan bayi kedua pelaku langsung kabur ke arah Ngadiluwih.


Sumber: data polisi berdasarkan keterangan saksi mata

Editor : adi nugroho
#kandat #kediri