Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kasus Pembunuhan Mojoroto: Pelaku Sebut Pisaunya Nemu di Jalan

adi nugroho • Sabtu, 16 Februari 2019 | 20:20 WIB
kasus-pembunuhan-mojoroto-pelaku-sebut-pisaunya-nemu-di-jalan
kasus-pembunuhan-mojoroto-pelaku-sebut-pisaunya-nemu-di-jalan

KEDIRI KOTA - Ginanjar Adi Susilo, mengaku tidak berniat membunuh M. Wahyu Setiawan pada Rabu (13/2) malam. Bahkan, pisau yang dia gunakan untuk menyabet leher korbannya itu juga tidak dia bawa dari rumah. Melainkan dia temukan di jalan.


Setidaknya itulah pengakuan pemuda yang dijerat pasal penganiayaan tersebut dalam press release di Mapolsek Mojoroto kemarin. Ginanjar mengaku tidak ada niatan untuk membunuh orang pada malam itu. Pemuda asal Jalan Suparjan Mangun Wijaya, Mojoroto itu berkilah hanya ingin bertemu dan menyelesaikan masalah yang muncul antara dirinya dengan adik korban bernama Irul.


Menurut pengakuan Ginanjar, ia kaget saat melihat ternyata Irul datang bersama dengan banyak temannya. Ia pun tambah kaget karena tiba-tiba ada yang meneriaki. "Mereka meneriaki keroyok! Lalu saya tambah panik dan melihat ada pisau di pinggir jalan, dan saya ambil untuk membela diri," dalihnya.


Antara pelaku dan Irul janji bertemu di sekitar gang 3, Mojoroto. Ginanjar kaget karena melihat ada segerombolan remaja yang menemuinya. "Awalnya saya berhenti agak jauh karena melihat ada banyak orang. Lalu memarkirkan motor dan berjalan ke arah segerombolan itu," akunya.


Ketika ditanya apa masalah yang membuatnya bentrok itu, Ginanjar mengaku bahwa awalnya yang bermasalah dengan dia bukan Wahyu. Ginanjar memiliki masalah dengan orang Ngadiluwih bernama Aditya. Cekcok melalui pesan singkat Whatsapp, Aditya mengajak bertemu dengan Ginanjar pada Senin (11/2) malam, di Mojoroto Gang 3.


Saat itu, Aditya datang dengan Irul, temannya asal Dermo, Mojoroto. Saat bertemu dengan Ginanjar, ketiganya berkelahi dua lawan satu. Saat berkelahi, tiba-tiba Aditya pergi meninggalkan tempat tersebut. Merasa tidak ada masalah dengan Irul, Ginanjar pun menyudahi perkelahiannya. "Akhirnya Irul saya antarkan ke rumahnya, lalu kami sepakat untuk berdamai," ujar Ginanjar.


Namun pada keesokan harinya, Irul tiba-tiba mengirim pesan singkat kepada Ginanjar bahwa ia harus membayar ganti rugi untuk luka yang dideritanya akibat perkelahian mereka berdua. Tidak terima, Ginanjar membalas pesan tersebut dengan emosi. Dan malah menantang Irul agar datang lagi ke tempat mereka bertengkar untuk mengajak duel lagi.


Sementara, polisi tidak langsung memercayai keterangan yang diberikan Ginanjar. Pasalnya polisi harus mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan. Dan barang bukti yang ditemukan masih baju dari tersangka yang terdapat percikan darah korban. Untuk barang bukti yang digunakan untuk menyerang korban belum ditemukan karena dibuang oleh tersangka," terang Kapolsek Mojoroto Kompol Sartana.


 


Ditebas Pisau 2 Kali


 


1. Korban datang bersama dengan Irul, dan teman lainnya, hanya ingin bertemu dengan Ginanjar


2. Saksi korban tidak meneriaki korban, malah saksi melihat korban membawa pisau di tangannya.


3. Korban terjatuh, dan ditebas dua kali oleh Ginanjar


4. Wahyu mengalami luka di bagian leher belakang, dan bibir bekas tebasan dari pisau. Diperkirakan sedalam 1cm, dan sepanjang 7cm dibelakang kepala, tepatnya di leher.


Sumber : Keterangan saksi teman korban

Editor : adi nugroho
#kediri #tewas