Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Adu Mulut, Pria asal Mojoroto Tewas Ditebas Pisau

adi nugroho • Jumat, 15 Februari 2019 | 23:43 WIB
adu-mulut-pria-asal-mojoroto-tewas-ditebas-pisau
adu-mulut-pria-asal-mojoroto-tewas-ditebas-pisau

KEDIRI - Kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa juga terjadi di Jalan Suparjan Mangun Wijaya, Mojoroto, Kota Kediri. Ironisnya, pembunuhan ini dipicu oleh hal remeh. Keduanya terlibat adu mulut sebelum salah satu di antaranya menggoreskan pisau ke leher yang lain.


Yang menjadi korban dalam kejadian ini adalah M. Wahyu Setiawan, 27. Pria asal Dermo, Mojoroto, itu akhirnya dinyatakan meninggal setelah mengalami perawatan selama 10 jam di rumah sakit. Korban mengalami luka di bagian leher akibat tebasan pisau Ginanjar Adi Susilo. Kejadian itu terjadi Rabu (13/2) malam.


Kejadian berawal saat Wahyu bersama dengan beberapa temannya hendak menemui Ginanjar di Jalan Suparjan Mangun  Wijaya sekitar pukul 23.30 WIB.  “Menurut keterangan dari saksi, pelaku dan korban sudah janjian untuk bertemu,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo.


Dugaan awal, Ginanjar yang rumahnya dekat dengan lokasi kejadian, melihat Wahyu yang datang bersama teman-temannya. Pelaku salah paham menduga dia akan dikeroyok. Dia pun bersiap membawa senjata tajam saat menemui. Pisaunya disembunyikan di balik baju.


Konon, niatan Wahyu menemui Ginanjar itu karena perkelahian antara pelaku dengan adik korban beberapa waktu lalu. Nah, karena itulah Ginanjar merasa bakal dikeroyok. Hanya, belum sempat korban memukul, pelaku sudah menyabetkan pisau  terlebih dulu. Sabetan itu mengenai leher bagian belakang korban.


“Kasus masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga masih mengumpulkan bukti lain. Baik dari senjata tajam dan pemeriksaan saksi yang saat itu berada di dekat lokasi kejadian perkara,” terang Andy.


Teman-teman korban yang berada di sekitar lokasi sontak kaget melihat kejadian itu. Mereka berusaha menangkap Ginanjar. Namun, pelaku itu langsung kabur. Teman-teman Wahyu yang gagal memegang pelaku sempat berteriak maling.


Teriakan itulah yang didengar oleh warga di sekitar lokasi. Warga kemudian ikut mengejar pelaku. Hingga akhirnya Ginanjar bisa tertangkap.


Setelah tertangkap, warga sekitar langsung menghubungi pihak kepolisian. Selain itu mereka mengantarkan korban ke RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Namun karena sayatan dari senjata tajam cukup parah Wahyu pun dirujuk ke RSUD Gambiran.


Setelah mendapat perawatan di RSUD Gambiran, Wahyu dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.30 WIB kemarin. Wahyu meninggal karena mengalami pendarahan yang hebat.


Jenasah Wahyu langsung diantar ke pihak keluarga di Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto. Kemudian dilkaukan pemakaman siang kemarin.


Polsek Mojoroto dan Polres Kediri Kota masih mendalami kasus itu. Mereka melakukan pengembangan terhadap kasus penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka berat. Sementara Ginanjar dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal lima tahun penjara.

Editor : adi nugroho
#pembunuhan #kediri #mojoroto #tewas