KEDIRI KABUPATEN – Kasus penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) masih harus diwaspadai. Di Kabupaten Kediri, jumlah yang terkena di usia anak-anak meningkat. Setidaknya itu terjadi sejak Januari hingga pertengahan Desember 2018 ini.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati mengatakan, pengguna narkotika usia 12-17 tahun sebanyak sepuluh orang. Itu selama sebelas bulan terakhir tahun ini. Dibandingkan pada 2017, angka tersebut naik.
Bahkan, peningkatannya lebih dari dua kali lipat. Pasalnya, tahun lalu pengguna di rentang usia yang sama hanya empat anak. “Tahun 2017 pengguna narkotika usia 12-17 tahun sejumlah empat anak,” ujarnya.
Kenaikan jumlah pengguna itu, menurut Dewi, karena anak-anak itu tak mengetahui bahayanya mengonsumsi ‘barang’ tersebut. Di usia mereka cenderung ingin mengetahui lantas coba-coba. Imbasnya, zat adiktif tersebut menyebabkan ketagihan. Hingga akhirnya menjadi pengguna.
Selain usia anak, pengguna narkoba di rentang usia 41-65 tahun juga meningkat. Tahun lalu BNN mendata sebanyak 11 orang. Tetapi hingga pertengahan Desember ini jumlahnya naik menjadi 14 orang. Ada kenaikan sekitar 30 persen.
Meski begitu, Dewi menyebut, sejak Januari sampai pertengahan Desember 2018 total jumlah penyalahguna menurun. Dibandingkan tahun lalu, BNN mencatat sebanyak 90 orang. “Namun tahun ini ada 75 orang. Angka ini turun dibanding tahun sebelumnya,” terangnya.
Penurunan jumlah pengguna narkoba ini ada di rentang usia 18-25 tahun. Kemudian, usia 26-40 tahun dan lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun. “Tahun ini rentang usia 18-25 tahun mengalami penurunan paling banyak. Jika tahun lalu ada 36 pengguna, tahun ini hanya 24 orang,” urai Dewi.
Untuk rentang usia 26-40 tahun, penurunan jumlah pengguna sebanyak 11 orang. Pada 2017 ada 38 orang. Sedangkan tahun ini hanya 27 orang. Sementara untuk usia lebih dari 65 tahun sampai pertengahan Desember ini tidak ada pengguna narkotika. “Padahal tahun lalu terdata ada seorang penyalahguna narkotika,” papar Dewi.
Dia menyatakan, BNN akan terus menekan peredaran narkotika di wilayahnya. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberantas penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Editor : adi nugroho