Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satgas Saber Pungli Lakukan OTT di Polres Kediri, Ada Apa?

adi nugroho • Senin, 20 Agustus 2018 | 23:04 WIB
satgas-saber-pungli-lakukan-ott-di-polres-kediri-ada-apa
satgas-saber-pungli-lakukan-ott-di-polres-kediri-ada-apa


KEDIRI KABUPATEN – Kabar kurang mengenakkan menerpa Polres Kediri. Ini setelah beredar informasi terjadi operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Mabes Polri di satuan lalu lintas (satlantas). Mereka mengungkap kasus dugaan praktik pungli di sentra pelayanan surat izin mengemudi (SIM).


          “Kejadiannya sudah Sabtu lalu (18/8). Tapi itu langsung dari mabes (markas besar Polri),” ungkap sumber Jawa Pos Radar Kediri.


          Informasi yang berkembang, sejumlah pihak yang ditengarai terlibat sempat dimintai keterangan. Di antaranya sejumlah makelar atau calo. Melalui calo inilah diduga uang tak resmi para pemohon SIM mengalir.


Indikasi praktik tak terpuji itu dengan cara memungut biaya pembuatan SIM di luar penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Kabarnya, setiap pemohon ditarik biaya yang berbeda-beda. Tarifnya mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu.


Besarnya pungutan tersebut berdasarkan jenis SIM yang dimohon. Untuk mengurus SIM A, B, atau C biayanya bervariasi. Para pemohon SIM itu kemudian menyetor biaya tak resmi tersebut melalui calo. Uang tersebut lantas disetorkan kepada pegawai yang bekerja di bagian SIM mapolres yang berada di Kelurahan/Kecamatan Pare tersebut.


Kabarnya ketika praktik tak terpuji tersebut berlangsung, saat itulah tim satgas saber pungli bertindak. Sejumlah calo diamankan. Tak hanya itu, beberapa pegawai dan anggota polres yang bertugas di satlantas juga sempat dimintai keterangan.


Dalam OTT itu, tim satgas saber pungli juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, uang jutaan rupiah, berkas para pemohon SIM, telepon seluler (ponsel), dan lembar yang ditengarai hasil rekapan pungutan tak resmi di luar  PNBP.


Namun ketika Jawa Pos Radar Kediri mengonfirmasi terkait masalah ini, sejumlah petinggi di mapolres belum memberikan keterangan rinci. Termasuk Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan yang dihubungi tadi malam. Saat ditelepon melalui ponselnya, terdengar nada sambung. Namun, panggilan yang dilakukan koran ini tidak diangkat.


Begitu juga dengan Kasatlantas Polres Kediri AKP Fatikh Dedy Setyawan. Saat ditelepon melalui ponselnya, terdengar nada dering sebuah lagu. Namun, suara panggilan di telepon itu tidak diangkat oleh yang bersangkutan. Kemudian, waktu dicoba dihubungi kembali tadi malam, nomor ponsel tersebut tidak aktif.


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono sempat memberikan respons ketika dihubungi wartawan koran ini. Namun, ia belum mau menanggapi kejadian OTT tersebut. Melalui telepon selulernya, kasatreskrim mengaku, sedang berada di Surabaya.


Tetapi tadi malam, ia menyatakan, sudah dalam perjalanan ke Kediri. Hanif meminta, agar konfirmasi dilakukan di mapolres. Pihaknya berjanji akan memberikan penjelasan lebih lengkap dan terang.


“Besok (hari ini) saya konfirmasi lagi mengenai kelengkapan kejadian itu. Saya jelaskan di kantor (kejadiannya) seperti apa. Jangan sekarang,” tegas Hanif.


 

Editor : adi nugroho
#kediri