KEDIRI KOTA – Walaupun nanti Jembatan Brawijaya menggantikan fungsi Jembatan Lama, warga Kota Kediri tak akan kehilangan jembatan kayu tersebut. Sebab, pihak pemkot akan tetap mempertahankan keberadaan jembatan yang dibangun pada 18 Maret 1869 itu. Tak hanya sebagai ‘pajangan’ saja. Tapi juga difungsikan seperti saat ini.
“Pemanfaatannya nanti tetap memperhatikan kondisi dan status jembatan,” terang Kabag Humas Apip Permana.
Menurut Apip, selain menjadi infrastruktur transportasi, Jembatan Lama nanti juga akan menjadi aset bersejarah bagi Kota Kediri. Jembatan yang beberapa kali sempat mengalami kebakaran kecil itu telah didaftarkan sebagai cagar budaya. Karena itu, Pemkot Kediri akan berhati-hati dalam memfungsikannya.
Beberapa kajian telah dilakukan untuk pemanfaatan Jembatan Lama. Khususnya setelah Jembatan Brawijaya berfungsi. Salah satu kemungkinan adalah pemanfaatan Jembatan Lama untuk menopang Jembatan Brawijaya. “Bisa saja nanti Jembatan Lama hanya untuk roda dua saja. Sedangkan Jembatan Brawijaya untuk kendaraan roda empat atau lebih,” ujar Apip menyebutkan salah satu kemungkinan pemanfaatan jembatan yang di zaman Belanda bernama Groote Postweg itu.
Cara itu bisa bermanfaat mengurai kepadatan di Jembatan Brawijaya. Alternatif lain adalah Jembatan Lama untuk memecah kepadatan. “Mulai dari pemanfaatan hingga penggunaan lajurnya antar Jembatan Brawijaya dan Jembatan Lama akan segera diatur juga,” ungkap Apip.
Untuk kajian itu, lanjut Apip, akan melibatkan instansi yang terkait. Mulai Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri. Nantinya, pemanfaatan Jembatan Lama juga mempertimbangkan sisi pemeliharaan. Namun, kemungkinan jembatan akan berfungsi. Sebab, bila dibiarkan sebagai pajangan justru akan membuat jembatan cepat rusak.
“Ditakutkan malah gampang rusak jika tidak dimanfaatkan Jembatan Lama itu,” tegas Apip.
Editor : adi nugroho