KEDIRI KABUPATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan langkah-langkah menghadapi potensi bencana pada musim hujan. Terlebih sudah dua kali ada kejadian hujan disertai angin kencang yang merobohkan pohon lalu menimpa rumah di Desa Ngino, Kecamatan Plemahan dan di SDN Cengkok, Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randi Agatha Sakaira menerangkan bahwa semua wilayah di Kabupaten Kediri berpotensi mengalaminya. Sehingga langkah-langkah dan kepekaan warga pun dibutuhkan dalam hal ini.
“Kami imbau agar pohon-pohon besar beberapa rantingnya dikurangi kalau perlu ditebang. Ini untuk meminimalisasi bahaya ketika hujan disertai angin seperti di Plemahan kemarin (8/10),” terangnya.
Selain potensi terbesar adalah angin, bencana saat hujan seperti bencana longsor hingga banjir bandang pun harus diwaspadai. Kini tim BPBD Kabupaten Kediri telah memetakan titik-titik kerawanan bencananya. Di antaranya beberapa ancaman pascahujan seperti bencana tanah longsor. Ada zona merah atau rawan seperti wilayah Kecamatan Kandangan, Mojo, hingga Ngancar.
“Sehingga kami harapkan beberapa warga yang tinggal di sana agar lebih waspada,” ujar Randi.
Tidak hanya kecamatan-kecamatan zona merah potensi bencana tanah longsor yang telah dipetakan. Dia mengungkapkan, titik-titik rawan bencana banjir bandang juga sudah mulai dipetakan. Hal itu untuk mengurangi risiko.
Terlebih wilayah di sekitar lereng Gunung Wilis yang berpotensi banjir bandang. Seperti Kecamatan Banyakan, Mojo, Semen, hingga Tarokan. Apalagi pada musim hujan tahun lalu di Kecamatan Banyakan terjadi bencana banjir bandang yang parah.
Selain menghancurkan beberapa rumah juga terdapat dua korban jiwa yang meninggal akibat terseret arus. “Untuk banjir bandang ini banyak potensi di kawasan barat Sungai Brantas,” terangnya.
Maka dari itu, lanjut Randi, keaktifan warga untuk melakukan mitigasi bencana terkait potensi bencana di sekitarnya sangatlah penting. Utamanya saat menghadapi musim penghujan yang rawan bencana nanti. Sehingga kepekaan warga pun diharap dilakukan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Dengan wilayah-wilayah yang dipetakan dalam kategori rawan tersebut masyarakatnya pun harus lebih waspada. “Kalau merasa saat hujan tiba sekitar rumahnya berbahaya akan beberapa bencana seperti longsor. Cepat-cepat pindah ke tempat aman saja. Itu untuk antisipasi,” tegas Randi.
Editor : adi nugroho