Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mendadak Serangan Jantung saat Mengemudi

adi nugroho • Selasa, 19 September 2017 | 17:00 WIB
mendadak-serangan-jantung-saat-mengemudi
mendadak-serangan-jantung-saat-mengemudi


NGANJUK - Sutikno, 59, tidak bisa lagi mengajar siswanya di SMPN 1 Nganjuk. Pasalnya, pria asal Perumnas Candirejo, Desa Gejakan, Kecamatan Loceret itu tewas setelah mengalami kecelakaan Minggu (17/9) malam lalu di depan Perumnas Semeru, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret.


          Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.30. Awalnya, Sutikno yang mengendarai mobil Toyota Avanza melaju dari arah utara menuju selatan. Saat tiba di depan Perumnas Sukorejo, Loceret, tiba-tiba mobil bernopol AG 1484 VL itu oleng ke kanan dan menabrak ATM BRI yang ada di depan perumahan itu.


          Braaaak! Bodi depan mobil bagian depan kiri menabrak bagian depan ATM. Pintu kaca ATM tersebut langsung rusak. Dani Firmansyah, 19, asal Jl Lawu, Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk yang berada di dalam ruang ATM mengalami luka ringan. Mulai lecet di pelipis dan kaki kanannya. “Mendengar suara benturan, warga sekitar langsung mendatangi tempat kejadian perkara,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Nganjuk Iptu Roni Andreas.


          Melihat bodi depan mobil yang dalam kondisi rusak, warga langsung mengecek kondisi Sutikno yang masih ada di depan kemudi. Awalnya, warga hanya mengira jika pria tua itu pingsan. Sebab, dia juga tidak mengalami luka parah.


          Melainkan, hanya menderita lecet-lecet saja. “Tetapi saat dicek oleh warga dan petugas yang mendatangi TKP, ternyata korban sudah meninggal dunia,” lanjut Roni.


          Berdasar keterangan keluarga, Sutikno diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung. Diduga, saat kejadian Sutikno mendapat serangan jantung. Hal itu pula yang diduga membuat dia oleng dan menabrak ruang ATM. “Dugaan sementara meninggal akibat penyakit jantung. Bukan karena benturan saat kecelakaan,” terang Roni.


          Sementara itu, meski Sutikno sudah meninggal di TKP, polisi tetap membawa Sutikno ke rumah sakit untuk divisum. Demikian juga dengan Dani Firmansyah yang menjalani pengobatan akibat luka yang dideritanya.


          Sementara itu, kecelakaan tunggal yang berujung tewasnya Sutikno langsung membuat warga geger. Puluhan orang memadati TKP kecelakaan hingga polisi tiba sekitar pukul 20.00.


          Mereka baru membubarkan diri setelah polisi selesai melakukan olah TKP dan jenazah Sutikno dipindahkan. “Tafsir kerugian akibat kejadian ini sekitar Rp 15 juta,” imbuh Roni.


          Untuk diketahui, kasus kecelakaan yang berujung meninggalnya Sutikno langsung tersebar luas. Sekitar pukul 22.30 Minggu malam lalu, rumah duka di Perumnas Candirejo langsung dipadati pelayat.


          Demikian juga kemarin pagi. Saking banyaknya pelayat, akses jalan menuju rumah Sutikno ditutup. Jalan baru dibuka saat jenazah sudah dimakamkan sekitar pukul 10.00, kemarin.

Editor : adi nugroho
#guru