Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lewat Online, Penjualan Obat Penggugur Marak

adi nugroho • Minggu, 6 Agustus 2017 | 16:04 WIB
lewat-online-penjualan-obat-penggugur-marak
lewat-online-penjualan-obat-penggugur-marak


NGANJUK – Kasus aborsi yang diungkap Polres Nganjuk membuka mata banyak orang. Praktik ilegal itu ternyata melibatkan tenaga medis profesional bersekongkol dengan perantara yang bekerja sebagai penjual obat penggugur kandungan. Namun tanpa memiliki keahlian.


Di Kabupaten Nganjuk, rupanya penjualan obat aborsi tersebut marak dilakukan dengan metode online. Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Nganjuk, setidaknya ada dua website dan satu sosial media (sosmed) yang dugunakan untuk menjual obat aborsi dengan cara online.


Untuk website-nya ada https://tempataborsituntas.com/obat-obat-aborsi-nganjuk/; https://cytotecobataborsi.com/obat-aborsi-di-nganjuk/. Sedangkan satu media sosialnya melalui fans page (FP), obat aborsi Nganjuk 288588dd-081329755xxx obat penggugur kandungan.


Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Gatot Setyo Budi ketika dikonfirmasi menyebutkan, memang ada penjualan secara online. Hanya saja, praktik transaksinya tidak serta merta terkait dengan tersangka dr Wibowo, 77, yang diamankan polisi pada Senin (31/7) lalu.


Sebelumnya, dokter yang buka praktik di Jalan Gatot Subroto 10, Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom ini menggunakan perantara Sumianto, 39, asal Ngawi, yang mengaku menjual obat aborsi untuk mempermudah praktik aborsinya. “Soal penjual obat penggugur kandungan secara online itu harus diselidiki dulu,” beber Gatot.

Editor : adi nugroho