NGANJUK-Teroris gagal beraksi di Kabupaten Nganjuk. Ini setelah tim gabungan dari Polres Nganjuk berhasil meringkus pelaku yang berlari ke Terminal Anjuk Ladang, kemarin. Proses pelumpuhan pelaku yang diwarnai dengan aksi tembak-menembak membuat pedagang dan pengemis yang ada di terminal lari tunggang-langgang.
Pengejaran teroris di Terminal Anjuk Ladang terjadi pukul 13.30, kemarin. Petugas yang membawa senjata laras panjang mengejar pelaku menggunakan motor trail. Sejumlah anggota polisi yang memakai rompi anti peluru itu langsung memepet pelaku yang masuk ke area terminal.
Melihat pelaku kabur ke lokasi yang menjadi konsentrasi massa, polisi berusaha menyudutkan pelaku ke bagian lokasi yang sepi. Beberapa tembakan yang dilepaskan anggota bukannya membuat teroris menghentikan langkahnya.
Melainkan membuat para pedagang asongan dan pengemis yang ada di terminal lari tunggang-langgang. “Ada apa ini!” kata beberapa pedagang sambil berlari meninggalkan tempat penghentian bus.
Beberapa saat kemudian, teroris berkaus biru dongker berhasil diringkus oleh sejumlah personel polisi. Dengan kondisi tangan diborgol, pria yang tidak bisa melakukan perlawanan itu langsung dibawa ke dalam mobil tahanan tertutup.
Gerakan polisi yang tangkas hingga aksi kejar-mengejar yang dilakukan sejumlah personel dalam waktu beberapa menit itu terlihat seolah mereka benar-benar meringkus pelaku terorisme. Padahal, aksi yang dilakukan kemarin merupakan bagian dari simulasi pengamanan aksi terorisme yang digelar Polres Nganjuk.
Sebelum melakukan reka adegan di terminal, ada beberapa adegan yang digelar sejak pukul 10.00, kemarin. Diawali dengan ‘razia’ yang digelar di Kelurahan Ringinanom, Polres Nganjuk menggambarkan ada dua ‘teroris’ yang menyerang anggota Satlantas.
Dua pelaku berhasil dilumpuhkan setelah sempat terjadi perkelahian. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan hingga mereka mendapat informasi jika ada pelaku yang hendak melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolres Nganjuk.
Polisi pun melakukan pengejaran hingga ke Terminal Anjuk Ladang. Setelah pelaku berhasil ditangkap, bom yang direncanakan akan diledakkan di polres itu meledak di area persawahan depan Polres Nganjuk.
Bunyi ledakan di dekat polres langsung membuat alarm menyala. Merespons hal itu, sejumlah polisi bersiaga di sekeliling mako. Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono bersama Wakapolres Kompol Toni Sarjaka dan Kabag Ops Kompol Bambang Sutikno mengecek kesiapan pasukan mengantisipasi terorisme. “Tidak boleh ada titik yang longgar,” kata Joko sembari mengecek kesiapan anggota.
Terkait simulasi yang digelar kemarin, Joko menyebut hal itu dilakukan sebagai sarana latihan. Sehingga, anggota sudah siap jika mereka mendapat serangan dari teroris. “Ancaman serangan bisa terjadi sewaktu-waktu. Makanya, anggota harus benar-benar terlatih dengan baik,” katanya.
Editor : adi nugroho