Dilansir dari Thespruce.com, salah satu situs pertanian luar negeri, mengungkap bahwa waktu penyiraman terbaik adalah pagi hari antara pukul 05.00–09.00 WIB atau sore menjelang malam.
Pagi hari merupakan pilihan utama. Menyiram di pagi hari memberi kesempatan bagi tanaman untuk menyerap air dengan optimal.
Penyiraman pagi hari memiliki sejumlah keunggulan. Suhu udara yang masih sejuk membuat air tidak cepat menguap. Daun juga berkesempatan tetap kering sepanjang hari.
Kondisi daun yang kering mampu menekan munculnya penyakit seperti powdery mildew dan bercak daun.
Selain itu, waktu ini memudahkan pemilik kebun mengontrol jumlah air pada tanaman.
Penyiraman sore juga masih dianjurkan, terutama saat cuaca panas. Namun, penyiraman pada malam hari tidak dianjurkan.
Kebiasaan menyiram di malam hari memberikan dampak buruk. Tanaman tidak akan menyerap air sebaik di pagi hari karena proses fotosintesis sudah berhenti.
Kebiasaan menyiram malam hari juga meningkatkan risiko busuk akar akibat tanah terlalu lama basah. Daun yang dibiarkan basah hingga pagi hari akan memicu perkembangan jamur dan penyakit lain.
Penyiraman malam masih diperbolehkan dalam keadaan darurat, misalnya ketika tanaman tampak layu parah. Namun, agar tanaman tetap subur dan sehat, pola penyiraman pagi atau sore hari tetap menjadi pilihan paling bijak.
Dengan memahami waktu penyiraman yang tepat, masyarakat dapat menjaga kebun maupun tanaman hias tetap tumbuh optimal.
Artikel ini ditulis oleh Widia Isnaini Rochmatun Nikmah Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian