Tembakau sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Rokok seolah menjadi budaya yang melekat dan sulit ditinggalkan sejak jaman nenek moyang. Tak heran jika Indonesia memiliki peringkat tinggi sebagai negara penghasil tembakau di dunia. Indonesia menyumbang sebanyak 1,91% atau 136 ribu ton produksi tembakau dunia.
Budidaya tembakau di Indonesia juga menjadi komoditas yang diandalkan petani, banyak juga petani yang mengatakan bahwa budidaya tembakau menjadi usaha pertanian yang menjanjikan.
“Dibandingkan padi atau jagung, tembakau lebih menguntungkan bagi petani seperti saya” Ungkap Kurniadi Petani Tembakau asal Desa Sambirejo Kediri.
Dari pertemuan tersebut, Kurniadi juga membagikan bagaimana cara dia menanam tembakau berdasarkan pengalamannya. Berikut adalah tata cara menanam Tembakau menurut Kurniadi, petani tembakau Kediri.
1. Periksa Kualitas Lahan
Kurniadi mengatakan tahap awal sebelum bertani tembakau adalah memastikan kualitas lahan dan bibit yang digunakan, hal tersebut sangat penting karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tembakau. Menurut teori tembakau hidup dengan baik di tanah dataran tinggi dan dataran rendah.
Jenis tanah yang dipakai media tanam adalah tanah lempung berlumpur atay tanah lempung berpasir. Tembakau akan hidup di tanah yang tingkat kesuburannya sedang, mudah mengikat air, dan gembur.
2. Proses Pembibitan
Pembibitan dilakukan di area yang mendapatkan cukup cahaya matahari, tanah lapisan harus cukup tebal dan mampu menahan air dan subur. Usahakan lokasi pembibitan tidak jauh dari sumber air. Bibit tembakau yang digunakan memiliki tinggi sekitar 10-12,5 cm dan daunnya 5 lembar. Sebelum bibit dipindah tanah lebih baik jangan siram bibit selama kurang lebih satu minggu dengan plastik dibuka agar benih tembakau tidak stres dan mampu beradaptasi dengan cuaca yang panas.
3. Olah Lahan
Pengolahan tanah dapat dilakukan menggunakan traktor, cangkul, jangkar, atau bajak yang penting tanahnya harus gembur karena tanah yang gembur memudahkan untuk proses selanjutnya seperti dangir, tanam, membuat parit, membuat gulutan. Diamkan satu minggu lalu setelah itu berikan pupuk kandang.
4. Membuat Parit
Parit berfungsi untuk jalan keluar masuknya air dan untuk membuatnya dapat menggunakan alat kecil bernama kultivator. Jika cuaca sangat panas bibit dapat ditanam di dalam parit karena air akan mengalir di sekitar bibit dan bibit dapat beradaptasi dengan cuaca. Jika cuaca cenderung sering hujan maka tanam bibit di atas sisi parit karena tembakau yang tergenang air terlalu banyak tidak akan berkembang.
5. Lubang Tanam
Sebelum menanam bibit tembakau, tanah perlu dilubangi caranya adalah dengan melubangi tanah kering dengan alat seperti kayu yang bawahnya memiliki logam lancip. Kalau lahan termasuk kering bisa disiram dengan air sebelum dilubangi. Direkomendasikan kedalaman lubang sekitar dua ruas jari.
6. Memasukkan Bibit ke Dalam Lubang
Setelah lahan siap, masukkan bibit ke dalam lubang dengan memastikan akar bibit terisi dengan lumpur atau tanah yang basah.
Baca Juga: Budikdamber, Solusi Cerdas Beternak Ikan dan Menanam Sayur di Lahan Sempit. Bagaimana Caranya?
“Usahakan lubang tanah ini agak basah atau lembab biar akarnya bisa menyerap air” ucap Kurniadi.
6. Penyiraman
Setelah proses tanam selesai, lakukan penyiraman sekitar 2 sampai 3 hari kemudian setelah ditanam agar tidak kekeringan.
Editor : Jauhar Yohanis