Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa Parfum Tidak Boleh Digosok Setelah Disemprot ke Kulit? Ini Penjelasaannya

Internship Radar Kediri • Rabu, 28 Mei 2025 | 01:45 WIB
Mengapa Parfum Tidak Boleh Digosok Setelah Disemprot ke Kulit? Ini Penjelasaannya
Mengapa Parfum Tidak Boleh Digosok Setelah Disemprot ke Kulit? Ini Penjelasaannya

JP Radar Kediri - Menggunakan parfum adalah bagian dari rutinitas kecantikan dan kebersihan yang sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Baik pria maupun wanita, semprotan parfum menjadi sentuhan akhir yang membuat penampilan terasa lebih lengkap dan percaya diri meningkat.

Namun, masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa ada kesalahan umum dalam cara menggunakan parfum, yaitu kebiasaan menggosok pergelangan tangan setelah menyemprotkannya.

Pada umumnya, setelah menyemprotkan parfum ke pergelangan tangan, orang akan langsung menggosokkan kedua tangan tersebut.

Niatnya sederhana untuk meratakan aroma dan membantu parfum menyerap ke dalam kulit. Sayangnya, tindakan ini justru bisa berdampak buruk pada kualitas dan ketahanan parfum itu sendiri.

Parfum dibuat dengan struktur molekul yang sangat kompleks.

Di dalamnya terdapat tiga lapisan utama aroma, yaitu top notes (aroma awal yang langsung tercium), middle notes (aroma inti yang muncul setelah beberapa menit), dan base notes (aroma dasar yang tahan lama dan menjadi karakter utama parfum).

Lapisan-lapisan ini disusun dengan sangat hati-hati oleh para pembuat parfum agar bisa menguap secara berurutan dan harmonis sesuai waktu. Ketika parfum digosok setelah disemprot, gesekan antar kulit menghasilkan panas yang bisa merusak struktur molekul ini.

Akibatnya, urutan penguapan tidak terjadi seperti yang dirancang, dan aroma parfum bisa berubah secara signifikan.

Tidak hanya mengubah komposisi aroma, menggosok parfum juga mempercepat penguapan bagian-bagian tertentu dari wewangian, terutama pada top notes yang seharusnya menyapa hidung secara lembut dan perlahan.

Jika bagian ini menguap terlalu cepat, maka wangi parfum bisa langsung meloncat ke middle atau bahkan base notes, sehingga kesan awal yang segar atau ringan menjadi hilang. Hal ini membuat parfum terasa seperti "loncat" ke aroma yang lebih berat dan tidak seimbang.

Selain itu, tindakan menggosok parfum juga bisa mengurangi daya tahannya di kulit. Salah satu alasan parfum bisa bertahan lama adalah karena ia menyatu secara perlahan dengan suhu tubuh dan minyak alami kulit.

Jika digosok, parfum justru akan terserap secara tidak merata dan beberapa bagiannya mungkin malah hilang atau menguap sebelum sempat bekerja maksimal. Dengan kata lain, parfum tidak bisa bekerja secara optimal dan hasilnya pun tidak seharum atau setahan lama seperti yang diharapkan.

Dari sisi kulit, gesekan berulang setelah menyemprotkan parfum juga dapat menimbulkan risiko iritasi, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

Banyak parfum mengandung alkohol dan bahan kimia lain yang jika dipadukan dengan gesekan, dapat membuat kulit memerah atau terasa tidak nyaman.

Cara terbaik untuk menggunakan parfum sebenarnya sangat sederhana. Cukup semprotkan parfum dari jarak sekitar 15 hingga 20 sentimeter langsung ke kulit di titik-titik nadi seperti pergelangan tangan, leher, atau belakang telinga.

Setelah itu, biarkan parfum mengering dan meresap secara alami tanpa disentuh atau digosok. Biarkan keharumannya berkembang sendiri seiring waktu, sesuai dengan rancangan pembuat parfum.

Menyemprotkan parfum di area tubuh yang hangat seperti titik nadi juga membantu aroma lebih menyebar karena panas tubuh mempercepat penguapan secara alami dan bertahap.

Parfum bukan sekadar wewangian; ia adalah karya seni yang dirancang untuk memberi pengalaman aroma yang berlapis dan penuh karakter.

Oleh karena itu, menghargai cara pemakaiannya sama pentingnya dengan memilih aroma yang sesuai dengan kepribadian.

Dengan memahami bahwa menggosok parfum justru merusak pengalaman tersebut, kita bisa menggunakan parfum dengan cara yang lebih tepat, elegan, dan efektif.

Penlis: Joenaidi Zidane Lie, Mahasiswa magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kulit #gosok #penjelasannya #parfum #Semprot