Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kucing dan Anjing Bisa Kena Penyakit Ginjal Lho.! Ini Gejalanya

Habibah Anisa M. • Jumat, 25 April 2025 | 00:10 WIB
Anjing dan Kucing juga berpotensi kena gangguan ginjal
Anjing dan Kucing juga berpotensi kena gangguan ginjal

Rupanya penyakit ginjal tidak hanya terjadi pada manusia saja. Namun juga terdapat hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, mulai disebabkan oleh infeksi, pola makan yang buruk, keturunan hingga keturunan.

Akhir-akhir ini penyakit menyerang ginjal anabul sedang musim. Cirinya penyakit ginjal ini terlihat dari kondisi kucing yang terlihat lesu, kehilangan nafsu makan, sehingga mengalami dehidrasi. Kebanyakan hal tersebut terjadi pada kucing yang sudah tua. “Penyakit ginjal pada kucing dan anjing terjadi karena adanya penurunan pada fungsi,” terang Dokter Pujiono Owner Klinik Hewan ASA Kediri.

Sama seperti manusia, ginjal adalah salah satu organ yang sama pentingnya seperti organ pada tubuh lainnya. Dimana fungsi ginjal sebagai membuang racun, menjaga tekanan darah, membantu memproduksi hormon untuk sel darah merah yang baru. Sehingga menjaga kesehatannya sangatlah penting.

Untuk mengetahui apakah kucing atau anjing mengalami gagal ginjal atau tidak, sebagai pemilik sangat perlu memperhatikan kondisi. Salah satunya peka dengan adanya perubahan. Tanda-tanda bahwa kucing atau anjing terkena penyakit ginjal, dapat terlihat dari tubuhnya yang tampak lesu. “Karena racun yang biasanya keluar melalui kencing menumpuk, akan membuat hewan tersebut merasa lemas,” imbuhnya.

Selain terlihat lemas, tanda lainnya yang terlihat adalah hewan akan muntah atau berhenti makan. Meski sudah mendapatkan beberapa gejala tersebut, untuk melakukan diagnosis perlu dilakukan oleh orang yang berkompeten. Agar nantinya dapat ditangani dengan tepat.

Masih kata Puji, untuk mengetahui hewan tersebut terkena penyakit ginjal atau tidak. Biasanya dokter akan menguji sampel urin dari hewan. Dari sampel tersebut,akan memperlihatkan apakah urin kucing tersebut terkonsentrasi, protein hilang atau masalah lain seperti infeksi.

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ginjal. Namun untuk penanganan, dokter akan meresepkan obat untuk membantu kondisi terkait yang mungkin dialami kucing dengan gagal ginjal. Selain melakukan pengobatan, agar efektif  hewan harus melakukan diet.

Diet yang dimaksud adalah menjaga pola makan. Dengan mengikuti resep diet yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik kucing. Protein dalam makanan kucing untuk penyakit ginjal sangat mudah dicerna, sehingga tidak banyak limbah yang dapat dikeluarkan oleh ginjal. Ini juga mengurangi fosfor dan asam lemak esensial yang berfungsi sebagai anti inflamasi alami untuk mendukung ginjal kucing.

Saat memberi makan kucing yang menderita penyakit ginjal, disarankan agar pola makan barunya dilakukan secara bertahap. Hal tersebut bertujuan agar hewan secara perlahan bisa beradaptasi dengan rasa yang lebih hambar dan tekstur yang berbeda. (ara)

Editor : Jauhar Yohanis
#anabul #anjing dan kucing #gagal ginjal #dokter hewan