Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Burung Kedasih, Suaranya Dianggap Sebagai Isyarat Kematian

Nakula Agi Sada • Rabu, 23 April 2025 | 16:15 WIB

Burung Kedasih. suaranya panjang penuh mitos
Burung Kedasih. suaranya panjang penuh mitos

JP Radar Kediri- Pernah nggak kamu lagi duduk santai di sore hari, tiba-tiba dengar suara burung yang melengking dan bikin bulu kuduk berdiri? Nah, bisa jadi itu suara burung kedasih! Burung ini cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Jawa, karena suaranya yang khas dan mitos yang mengiringinya.

Burung kedasih, atau dalam bahasa Inggris disebut Asian Koel, punya nama ilmiah Eudynamys scolopaceus. Meski suaranya bikin merinding, burung ini sebenarnya bukan burung hantu lho. Tapi karena suaranya yang mirip dan sering muncul di malam atau pagi buta, banyak orang menyebutnya “burung hantu kedasih”.

Secara fisik, burung jantan berwarna hitam mengilap dengan mata merah menyala. Sementara yang betina lebih kalem, dengan bulu cokelat dan corak bintik-bintik putih. Ukurannya juga lumayan besar dibanding burung-burung yang biasa kita lihat di pekarangan rumah.

Baca Juga: Burung Sikatan Kipas,  Di Mana Burung Hidup dan Membuat Berkembang?

Tapi yang paling ikonik dari burung kedasih tentu saja suaranya. Suaranya tajam, panjang, dan terdengar seperti panggilan yang nggak ada habisnya. Bagi yang belum pernah dengar, pasti mikirnya itu suara dari makhluk halus atau tanda sesuatu yang buruk bakal terjadi.

Di banyak daerah, terutama Jawa, suara burung ini sering dianggap sebagai pertanda kematian atau musibah. Kalau ada keluarga yang sakit, lalu terdengar suara burung kedasih di sekitar rumah, biasanya orang-orang jadi waspada. Padahal itu cuma kepercayaan lama yang turun-temurun.

Secara ilmiah, burung ini memang aktif bersuara di musim kawin. Mereka memanggil pasangannya dengan suara yang lantang supaya bisa menarik perhatian. Jadi kalau kamu dengar burung kedasih, bisa jadi dia lagi cari jodoh, bukan nyari korban!

Menariknya lagi, burung ini termasuk burung parasit. Artinya, kedasih tidak mengerami telurnya sendiri. Mereka justru menitipkan telur mereka di sarang burung lain, misalnya burung kutilang atau perenjak, dan membiarkan burung itu yang membesarkan anak-anaknya.

Baca Juga: Burung Tledekan Laut, Di Mana Saja Bisa Kita Temukan?

Walaupun banyak mitos seram, burung kedasih sebenarnya punya peran penting dalam ekosistem. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga dan ulat, karena itu juga bagian dari makanan favoritnya.

Jadi, lain kali kalau kamu dengar suara burung misterius dari balik pepohonan, jangan buru-buru takut dulu. Siapa tahu itu cuma si kedasih lagi curhat soal jodohnya yang belum datang. Santai aja, bro! (***)

Editor : Jauhar Yohanis
#kematian #kicauan kenari #Mitos seram #burung kedasih hitam