Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rahasia Kicauan Kristal Gelatik Wingko

Nakula Agi Sada • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:31 WIB

 

Burung gelatik wingko
Burung gelatik wingko

Siapa yang tidak kenal dengan si kecil lincah yang satu ini? Gelatik Wingko, atau yang sering kita sapa dengan sebutan Gelatik Batu, memang punya tempat spesial di hati para kicaumania. Sosoknya yang mungil dengan balutan warna hitam, putih, dan abu-abu seringkali menipu mata; siapa sangka di balik tubuh kecilnya tersimpan power suara yang luar biasa nyaring.

Memelihara burung ini bukan cuma soal hobi, tapi juga soal menghadirkan suasana alam yang asri di rumah. Bunyi ketukannya yang khas seringkali menjadi penyemangat di pagi hari saat kita baru saja menyeduh kopi. Suaranya yang jernih dan tajam seolah memberikan energi positif bagi siapa saja yang mendengarnya di halaman rumah.

Baca Juga: Burung Gelatik Belong, Jantan dan Betina Mempunyai Ciri Khas. Salah satunya Bentuk Paruhnya

Berbicara soal karakter suara, Gelatik Wingko adalah rajanya suara kristal. Iramanya yang tegas dengan jeda yang tertata membuat telinga kita betah mendengarkannya berlama-lama. Bunyi "wing-ko wing-ko" yang menjadi ciri khasnya tidak hanya terdengar merdu, tapi juga memiliki frekuensi yang cukup stabil bagi pendengar.

Bagi para pemain lomba, burung ini seringkali menjadi senjata rahasia di balik layar. Suaranya yang tajam dan melengking sangat ideal dijadikan sebagai burung masteran. Burung-burung kelas atas seperti Murai Batu atau Kacer akan terdengar jauh lebih mewah jika berhasil menirukan tembakan-tembakan khas dari si Wingko ini.

Keunikan lain dari Gelatik Wingko adalah mentalitasnya yang cukup berani. Dia bukan tipe burung penakut yang mudah stres saat melihat banyak orang atau berada di lingkungan baru. Sifatnya yang adaptif ini membuatnya relatif lebih mudah untuk dirawat oleh pemula sekalipun yang baru ingin memulai hobi memelihara burung.

Baca Juga: Burung Gelatik Jawa, Ternyata Kelangkaannya Bukan Hanya Karena Perburuan LIar

Namun, untuk membuat si mungil ini rajin berkicau atau istilahnya "gacor", tentu ada seninya. Kunci utamanya terletak pada kenyamanan sangkar dan pola makan yang teratur. Burung yang merasa bahagia dan tercukupi gizinya akan dengan sendirinya memberikan performa kicauan terbaiknya setiap hari tanpa perlu dipaksa.

Pemberian extra fooding (EF) seperti jangkrik kecil, ulat kandang, atau kroto adalah menu wajib yang tak boleh terlewatkan. Protein tinggi dari pakan tambahan ini berfungsi sebagai bahan bakar agar tenaganya tetap prima saat mengeluarkan tembakan suara. Jangan lupa untuk selalu memberikan pakan yang segar agar kesehatan pencernaannya tetap terjaga.

Selain soal pakan, ritual mandi dan jemur di pagi hari adalah momen yang sangat dinikmati oleh Gelatik Wingko. Sinar matahari pagi membantu pembentukan vitamin D alami dan menjaga keindahan bulunya. Setelah mandi, biasanya burung akan merasa lebih segar dan mulai bereksperimen dengan berbagai nada kicaunya yang variatif.

Baca Juga: Komandan Batalion Gelatik Yang Dekat Dengan Soekarno

Interaksi dengan pemilik juga memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan diri sang burung. Cobalah untuk sering mengajak bicara atau sekadar bersiul saat memberikan pakan. Burung yang sudah mengenal baik pemiliknya biasanya akan lebih berani berkicau meski kita berada di dekat sangkarnya.

Dalam dunia hobi burung, konsistensi adalah segalanya. Tidak ada hasil yang instan untuk menciptakan burung juara atau sekadar burung rumahan yang rajin bunyi. Perawatan yang dilakukan dengan hati dan penuh kasih sayang pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan bagi para pemiliknya.

Memperhatikan kebersihan sangkar juga menjadi bentuk kasih sayang kita kepada mereka. Sangkar yang bersih menjauhkan burung dari serangan tungau atau penyakit kulit yang bisa mengganggu kenyamanannya. Saat burung merasa nyaman di rumahnya, ia akan membalasnya dengan nyanyian merdu sepanjang hari.

Editor : Mahfud
#wingko #gelatik #Kicaumania #burung