Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pesona Keindahan Burung Tapekong Jambul

Nakula Agi Sada • Senin, 6 Juli 2026 | 15:31 WIB
Burung Tapekong Jambul
Burung Tapekong Jambul

 

Jika Anda sering memperhatikan langit di sekitar tepi hutan atau area perkebunan, mungkin Anda pernah melihat siluet burung berekor panjang yang melesat cepat layaknya anak panah. Banyak orang awam kerap keliru dan mengira mereka adalah burung walet atau sriti biasa yang sedang berburu serangga. Namun, jika diperhatikan lebih dekat saat ia hinggap, tampaklah seikat bulu elegan yang berdiri tegak di atas kepalanya. Itulah Tapekong Jambul, si cantik yang memadukan kecepatan terbang walet dengan keanggunan burung bertengger.

Burung yang memiliki nama ilmiah Hemiprocne longipennis ini sebenarnya masuk dalam keluarga Hemiprocnidae atau treeswift. Berbeda dengan sepupu jauh mereka, keluarga walet sejati yang sama sekali tidak bisa hinggap di ranting karena struktur kakinya yang lemah, Tapekong Jambul diberkahi kemampuan sebaliknya. Mereka memiliki cakar yang cukup kuat untuk mencengkeram dahan, membuat mereka sering terlihat duduk santai di pucuk pohon mati sambil mengamati situasi sekitar sebelum kembali melesat ke angkasa.

Penampilan fisik burung ini sungguh memanjakan mata bagi siapa saja yang menyukai keindahan alam. Tubuh bagian atasnya dibalut oleh warna abu-abu tua dengan kilauan biru kehijauan yang samar saat terkena sinar matahari pagi. Sementara itu, bagian dadanya bergradasi menjadi abu-abu yang lebih muda dan bersih. Sayapnya yang panjang dan melengkung tajam memberikan mereka kemampuan aerodinamis yang luar biasa, membuat setiap manuver udara yang mereka lakukan tampak begitu halus tanpa beban.

Baca Juga: Guira Cuckoo, si Burung Jambul Unik dari Amerika Selatan

Dunia pewayangan alam juga memberikan tanda pengenal yang unik untuk membedakan jenis kelamin burung ini melalui warna "pipi" mereka. Sang jantan memiliki semburat warna merah bata atau cokelat berkarat yang mencolok di area sekitar telinganya, memberikan kesan gagah sekaligus menawan. Di sisi lain, sang betina tampil lebih anggun dan minimalis dengan warna abu-abu polos yang senada di seluruh bagian wajahnya, sebuah bentuk kesederhanaan yang tetap memikat.

Salah satu kebiasaan paling menarik dari Tapekong Jambul adalah gaya berburu mereka yang sangat efisien dan cerdas. Mereka jarang terbang terus-menerus tanpa henti seperti walet; mereka lebih suka menggunakan metode perching. Burung ini akan duduk dengan tenang di ranting pohon yang tinggi dan terbuka, menjadikannya sebagai menara pengawas pribadi. Begitu ada rayap, kumbang kecil, atau lalat buah yang melintas di udara, mereka akan meluncur menyergap target dengan akurasi tinggi lalu kembali ke ranting semula.

Berbicara mengenai suara, Tapekong Jambul memiliki nada panggilan yang sangat khas dan berkarakter kuat. Kicauannya terdengar seperti siulan melengking yang tajam dan berulang-ulang, menyerupai bunyi "tswiiit" yang bersih. Suara ini biasanya terdengar paling riuh di pagi hari saat matahari baru terbit atau menjelang senja ketika mereka berkumpul bersama pasangannya. Bagi para pencinta alam, mendengar sahutan suara ini di alam liar memberikan kedamaian tersendiri yang menandakan ekosistem sekitar masih terjaga dengan baik.

Namun, dari semua keunikan yang dimiliki, arsitektur sarang Tapekong Jambul adalah mahakarya yang paling mengundang decak kagum. Bayangkan saja, mereka membangun sarang yang ukurannya sangat mini dan super tipis, bahkan nyaris tidak terlihat dari bawah pohon. Sarang ini dibuat dari campuran air liur mereka sendiri yang direkatkan dengan potongan kecil kulit kayu, lumut kering, dan helaian bulu halus, lalu ditempelkan secara ajaib di sisi samping ranting pohon yang tinggi.

Sarang yang begitu kecil ini didesain dengan sangat pas-pasan, hanya menyisakan ruang yang cukup untuk meletakkan satu butir telur saja. Ukurannya yang sangat minimalis membuat banyak orang heran bagaimana telur tersebut tidak jatuh saat tertiup angin kencang. Rahasianya terletak pada cangkang telur yang menempel cukup rekat pada dasar sarang berkat air liur induknya, sebuah mekanisme pertahanan alami yang sangat jenius dari sang pencipta.

Baca Juga: Merbah Jambul: Si Penari Angkasa Bertompel Merah. Salah Satu Keistimewaannya Kicauannya Sangat Kuat Untuk Dilombakan

Proses pengeraman telur pun menjadi pemandangan yang sangat unik sekaligus menyentuh hati. Karena sarangnya terlalu kecil dan rapuh untuk menampung bobot tubuh burung dewasa, sang induk tidak pernah duduk di dalam sarang seperti burung pada umumnya. Sebaliknya, mereka akan bertengger dengan hati-hati di atas ranting tepat di sebelah sarang, lalu mengembangkan bulu-bulu tebal di bagian perut bawah mereka untuk menutupi dan menghangatkan telur tersebut.

Saat telur akhirnya menetas, perjuangan sepasang induk Tapekong Jambul justru baru saja dimulai. Anak burung yang baru lahir harus belajar mencengkeram ranting pohon sejak usia dini karena sarangnya akan segera hancur seiring bertambahnya ukuran tubuh si anak. Beruntung, insting bertahan hidup mereka sangat kuat; anak burung ini biasanya akan menyamar dengan posisi tubuh yang kaku menyerupai tonjolan kulit kayu pohon untuk mengelabui mata para predator.

Di Indonesia sendiri, burung eksotis ini beruntung masih bisa ditemukan di beberapa wilayah besar seperti Sumatra, Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Mereka sangat menyukai area tepi hutan dataran rendah, hutan sekunder, hingga kawasan perkebunan yang masih menyediakan banyak pohon-pohon tinggi terisolasi. Keberadaan mereka di sekitar kita sebenarnya menjadi keuntungan besar bagi manusia karena mereka bertindak sebagai pengendali hama serangga alami yang sangat aktif.

Menjaga kelestarian pohon-pohon tinggi di sekitar lingkungan kita adalah kunci utama agar generasi mendatang masih bisa melihat tarian udara burung ini. Tapekong Jambul bukan sekadar makhluk hidup biasa, melainkan simbol keindahan, adaptasi yang luar biasa, dan kesetiaan terhadap pasangannya. Semoga kepakan sayap anggun dan jambul indahnya akan terus menghiasi langit nusantara hingga waktu yang lama.

Editor : Mahfud
#Birds #tapekong #Kicaumania #burung