Membuat burung Kolibri Ninja—atau yang akrab kita sapa dengan sebutan Konin—agar mau melahap kroto memang gampang-gampang susah. Bagi para penghobi burung kicauan, khususnya pecinta burung pemakan nektar, memberikan variasi pakan berupa extra fooding (EF) seperti kroto adalah sebuah tantangan tersendiri.
Pasalnya, di habitat aslinya, burung mungil nan cantik ini lebih terbiasa mengisap nektar bunga dan berburu serangga kecil yang bergerak. Bukan butiran telur semut rangrang yang pasif di dalam cepuk pakan.
Padahal, manfaat kroto untuk kesehatan dan performa Konin di lapangan sangatlah besar. Kandungan protein tinggi yang terdapat di dalam telur semut ini dipercaya mampu mendongkrak stamina.
Baca Juga: Burung Konin Lesu? Tenang, Ini Cara Ampuh Bikin si Kecil Ngecas Lagi!
Membuat bulu tampil lebih mengkilap. Hingga merangsang burung menjadi jauh lebih rajin berbunyi alias gacor.
Sayangnya, karena belum terbiasa, banyak Konin rumahan yang justru ketakutan. Atau bahkan cuek bebek saat pertama kali disodori sejumput kroto segar di dalam sangkarnya.
Langkah awal yang paling ramah dan minim risiko untuk mengenalkan pakan baru ini adalah dengan teknik penyamaran rasa. Anda bisa memanfaatkan pakan harian yang paling disukai si burung.
Misalnya nektar pabrikan atau racikan susu kental manis kesukaannya. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan mengambil beberapa butir kroto yang benar-benar bersih.
Lalu pencet sedikit menggunakan ujung jari atau lidi. Hingga cairan putih di dalam telur tersebut keluar dan pecah.
Baca Juga: Tips Jitu Memilih Burung Konin dari Ombyokan Biar Nggak Zonk!
Setelah cairan gurih dari kroto tersebut keluar, segera campurkan dan aduk rata ke dalam cepuk yang berisi nektar atau cairan susu hariannya. Begitu Konin kesayangan Anda mulai mengisap nektar seperti biasanya, lidahnya secara otomatis akan ikut mengecap rasa gurih yang khas dari sari-sari kroto tersebut.
Proses ini merupakan fondasi penting dalam melatih memori rasa si burung. Agar dia mulai familier dan menyukai aroma protein alami ini.
Jika dirasa si burung sudah mulai terbiasa dengan rasa gurih "sup nektar" buatan Anda, saatnya naik ke tahapan berikutnya yang disebut dengan metode toping. Pada fase ini, Anda tidak perlu lagi memencet atau menghancurkan telur semut tersebut hingga menyatu dengan air.
Cukup tuangkan nektar atau susu kental manis ke dalam cepuk harian seperti biasa. Lalu taburkan beberapa butir kroto utuh yang berukuran kecil di atas permukaannya.
Baca Juga: Mengapa Burung Kolibri Tiba-Tiba Menggembungkan Tubuhnya?
Letakkan butiran kroto tersebut mengapung di bagian atas sehingga mau tidak mau, paruh Konin akan menyentuh atau bahkan tidak sengaja menelan butiran putih tersebut saat ia hendak meminum nektar di bawahnya. Lambat laun, burung akan menyadari bahwa butiran bulat yang sempat ia abaikan itu ternyata memiliki rasa yang sangat lezat dan mengenyangkan.
Jika fase ini berhasil, biasanya burung akan mulai berani mematuk kroto secara mandiri.
Namun, bagaimana jika Konin Anda termasuk tipe yang keras kepala dan tetap enggan menyentuh kroto? Anda bisa mencoba menerapkan terapi lapar.
Sebuah metode disiplin pakan yang cukup populer di kalangan kicaumania. Di pagi hari, setelah burung selesai diembunkan dan dimandikan secara rutin, jangan langsung memasukkan cepuk nektar setelan hariannya ke dalam sangkar, melainkan biarkan sangkar dalam kondisi kosong dari makanan.
Baca Juga: 8 Jenis Burung Kolibri Asli Indonesia yang Menawan dan Sayang untuk Dilewatkan
Biarkan hanya cepuk air putih bersih saja yang tersedia di dalam sangkar agar burung tidak mengalami dehidrasi. Setelah burung dibiarkan tanpa makanan selama kurang lebih satu hingga dua jam, masukkan sebuah cepuk kecil yang berisi beberapa butir kroto segar pilihan yang berukuran halus.
Rasa lapar yang mulai melanda biasanya akan memicu insting bertahan hidup. Dan rasa penasaran si burung untuk mulai mencoba mematuk objek baru di dekatnya.
Satu hal yang wajib digarisbawahi dalam terapi lapar ini adalah faktor keselamatan dan kondisi fisik si burung itu sendiri. Mengingat metabolisme tubuh Konin berjalan dengan sangat cepat.
Anda harus terus memantau pergerakannya selama terapi berlangsung dan jangan pernah meninggalkannya bepergian. Jika dalam waktu dua jam burung terlihat mulai lemas, mengembangkan bulu, atau tetap tidak mau menyentuh kroto, segera angkat kroto tersebut dan masukkan kembali nektar utamanya agar burung tidak nyilet.
Baca Juga: Bagaimana Setelan Harian Kolibri Ninja Agar Rajin Bunyi? Yuk Simak Tipsnya
Kunci utama dari keberhasilan seluruh rangkaian proses adaptasi pakan ini sebenarnya terletak pada kualitas kebersihan kroto yang Anda sajikan. Konin adalah tipe burung yang sangat sensitif terhadap aroma dan kebersihan makanannya.
Oleh karena itu, selalu pastikan Anda memilih kroto yang masih segar, berwarna putih bersih. Serta bebas dari semut rangrang hidup maupun serpihan kotoran daun yang bisa membuat burung merasa tidak nyaman.
Selain memilih bahan yang segar, disiplin dalam menjaga kebersihan wadah pakan juga memegang peranan yang tidak kalah krusial. Campuran antara nektar manis dan protein dari kroto merupakan media yang sangat ramah bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
Baca Juga: Kolibri Ninja, Si Kecil Bersuara Tajam dan Warna yang Indah
Terutama jika diletakkan di area yang hangat. Sangat disarankan untuk membatasi waktu pajang pakan campuran ini maksimal selama 12 jam saja, setelah itu wadah wajib dicuci bersih dan diganti dengan racikan yang baru.
Menjinakkan selera makan burung kecil seperti Kolibri Ninja memang membutuhkan tingkat kesabaran dan ketelatenan yang ekstra dari sang pemilik. Setiap individu Konin memiliki karakter, mental, dan waktu adaptasi yang berbeda-beda.
Ada yang langsung doyan dalam hitungan hari, namun ada pula yang membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu. Nikmati saja setiap prosesnya, karena ketika Konin Anda sudah mau makan kroto dengan lahap, performa kicauannya yang bertenaga akan membayar tuntas semua lelah Anda.(*)