Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Burung Remetuk Laut dengan Kicauan Mistis yang Memikat

Nakula Agi Sada • Senin, 8 Juni 2026 | 15:49 WIB
Burung Rametuk Laut
Burung Rametuk Laut

 

Burung remetuk laut mungkin tidak memiliki tubuh gagah seperti elang atau warna-warni seheboh burung nuri. Namun, di balik tubuhnya yang super mungil, burung bernama ilmiah Gerygone sulphurea ini menyimpan daya tarik luar biasa yang sukses mencuri perhatian para pengamat burung dan pencinta unggas hias di Indonesia.

Bagi sebagian orang, nama burung ini mungkin terdengar agak asing di telinga jika dibandingkan dengan murai batu atau lovebird. Padahal, jika Anda sering berjalan-jalan di area yang masih rimbun dengan pepohonan, bisa jadi Anda sudah sering berpapasan dengannya atau minimal mendengar senandungnya yang sangat khas tanpa sengaja.

Dikenal secara internasional dengan nama Golden-bellied Gerygone, burung ini membawa pesona visual yang sangat memanjakan mata. Sesuai namanya, area dada hingga perut burung ini diselimuti oleh warna kuning cerah yang tampak kontras dan estetik saat bersanding dengan warna abu-abu zaitun di bagian punggungnya.

Baca Juga: Mengapa Burung Kolibri Tiba-Tiba Menggembungkan Tubuhnya?

Meskipun menyandang nama "laut", habitat asli burung ini sebenarnya tidak melulu terbatas di sepanjang garis pantai atau hutan bakau saja. Berkat kemampuan adaptasinya yang luar biasa tinggi, remetuk laut kini sudah sangat betah mendiami area perkebunan, taman-taman kota yang hijau, bahkan pepohonan rindang di sekitar pemukiman padat penduduk.

Salah satu alasan mengapa burung ini begitu populer dan sering diperbincangkan adalah karakter suaranya yang sangat unik dan tiada duanya. Kicauan remetuk laut berupa siulan tipis yang mendayu-dayu, bergetar lembut, dan memiliki irama yang mengalun lambat seolah sedang meniup peluit kecil di tengah keheningan.

Keunikan suaranya yang terdengar sayup-sayup dan bergaung di antara rimbunnya dedaunan ini sering kali memicu kesan mistis bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya. Tak heran, beberapa daerah di Indonesia bahkan memberikan julukan yang cukup unik kepada si kecil ini sebagai "burung hantu siang" karena efek suaranya tersebut.

Baca Juga: 9 Alasan Murai Batu Jadi Burung Peliharaan Paling Diminati di Indonesia

Di dunia burung kicau, suara yang monoton, tajam, dan memiliki ritme konstan seperti milik remetuk laut justru menjadi komoditas yang sangat berharga. Karakter vokal seperti inilah yang dicari-cari oleh para penghobi untuk dijadikan sebagai burung masteran demi melatih variasi lagu burung petarung lainnya.

Sebagai burung pemakan serangga sejati, remetuk laut memiliki peran ekologis yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekeliling kita. Di alam bebas, mereka bertindak sebagai pengontrol hama alami dengan cara berburu ulat, kutu daun, dan berbagai serangga kecil yang kerap merusak tanaman.

Baca Juga: Eksotis dan Langka! Kenali Burung Bubut Jawa dengan Suara “Bu-But” yang Khas di Alam Jawa

Mengamati perilaku remetuk laut saat sedang mencari makan di atas pohon adalah sebuah hiburan tersendiri yang sangat mengasyikkan. Tubuhnya yang ringan membuat burung ini mampu bergerak dengan sangat lincah, melompat dari satu ranting ke ranting lain, bahkan sesekali melakukan gerakan terbang statis demi menyambar mangsanya.

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara atau sekadar merawat burung ini di rumah, menjaga kestabilan pakannya adalah kunci utama yang tidak boleh ditawar. Karena metabolisme tubuhnya yang cepat, remetuk laut membutuhkan asupan nutrisi yang konsisten berupa kombinasi pakan instan berkualitas tinggi serta variasi ekstra fooding segar seperti kroto.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Burung Ciblek, Si Kecil Pemilik Kicauan Tembakan yang Kian Langka

Selain masalah dekorasi kandang dan asupan pakan, faktor kenyamanan lingkungan sekitar juga memegang peranan krusial bagi kesehatan mental burung mungil ini. Karakter dasarnya yang aktif membuat remetuk laut mudah merasa stres jika ditempatkan di lingkungan yang terlalu bising, pengap, atau kurang mendapatkan sirkulasi udara segar.

Pada akhirnya, remetuk laut adalah bukti nyata bahwa keindahan alam tidak selalu dinilai dari ukuran fisik yang besar atau warna yang mencolok mata. Melalui kombinasi warna kuningnya yang ceria, kelincahan gerak, serta keunikan siulannya yang menenangkan, si kecil ini selalu berhasil menghadirkan suasana alami yang damai ke mana pun ia pergi.

Editor : Mahfud
##kicaumania ##burung ##langka