JP Radar Kediri – Murai batu menjadi salah satu burung kicau favorit para penghobi karena suara merdunya dan karakter agresifnya.
Namun, untuk mendapatkan murai batu yang cepat berjodoh hingga berhasil berkembang biak, perawatan tidak cukup hanya mengandalkan kandang atau pemilihan pasangan yang cocok.
Faktor pakan juga memegang peranan penting dalam menjaga stamina, meningkatkan birahi, hingga mendukung kesehatan reproduksi burung.
Pemberian nutrisi yang tepat dapat membantu murai batu lebih aktif, gacor, dan lebih cepat beradaptasi dengan pasangan. Berikut 17 jenis pakan dan tips pemberiannya yang sering digunakan para peternak murai batu saat masa penjodohan dan perkawinan.
1. Jangkrik Jadi Pakan Andalan
Jangkrik dikenal sebagai pakan utama murai batu karena kaya protein dan mampu meningkatkan tenaga burung. Saat masa penjodohan, jangkrik membantu murai jantan menjadi lebih aktif dan agresif secara alami.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Burung Ciblek, Si Kecil Pemilik Kicauan Tembakan yang Kian Langka
2. Atur Porsi Jangkrik agar Tidak Over Birahi
Meski bermanfaat, pemberian jangkrik tidak boleh berlebihan. Banyak penghobi memberikan sekitar tiga ekor pagi dan tiga ekor sore untuk menjaga birahi tetap stabil. Porsi yang tepat membantu proses penjodohan berjalan lebih baik.
3. Kroto Membantu Meningkatkan Stamina
Kroto atau telur semut rangrang sering dijadikan pakan tambahan untuk meningkatkan stamina dan birahi murai batu. Burung biasanya terlihat lebih aktif dan rajin berkicau setelah mengonsumsi kroto segar.
4. Pilih Kroto yang Bersih dan Segar
Kroto sebaiknya diberikan dalam jumlah secukupnya, misalnya satu sendok teh per hari. Pastikan kroto bebas jamur dan kotoran agar aman untuk kesehatan burung.
5. Ulat Hongkong untuk Tambahan Energi
Ulat hongkong bisa diberikan ketika murai batu terlihat kurang aktif atau stamina menurun. Kandungan proteinnya cukup tinggi sehingga cocok untuk meningkatkan energi burung.
6. Jangan Terlalu Sering Memberikan Ulat Hongkong
Pemberian ulat hongkong sebaiknya dibatasi karena dapat memicu over birahi. Banyak peternak memilih memberikan dua hingga tiga ekor setiap dua hari sekali.
Baca Juga: 8 Jenis Burung Kolibri Asli Indonesia yang Menawan dan Sayang untuk Dilewatkan
7. Ulat Kandang Cocok untuk Murai Betina
Ulat kandang memiliki kandungan lemak lebih rendah dibanding ulat hongkong. Pakan ini cukup aman untuk menjaga kondisi betina tetap stabil selama masa penjodohan.
8. Porsi Ulat Kandang Perlu Diperhatikan
Pemberian ulat kandang umumnya berkisar lima hingga sepuluh ekor per hari. Pakan ini bisa dicampurkan ke voer atau diberikan langsung.
9. Voer Berkualitas Jadi Nutrisi Dasar
Voer tetap menjadi sumber nutrisi utama murai batu. Pilih voer dengan kandungan protein yang baik dan tidak mudah basi agar kondisi tubuh burung tetap prima.
10. Tambahkan Topping agar Murai Lahap Makan
Jika murai mulai bosan dengan voer, tambahkan topping seperti kroto, potongan jangkrik, atau buah segar dalam jumlah kecil untuk meningkatkan nafsu makan.
Baca Juga: Sering Terdengar Tapi Jarang Terlihat, Ini Habitat Asli Burung Srigunting Si Peniru Suara
11. Buah Segar Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh
Beberapa jenis buah seperti pepaya, apel, dan pisang dapat menjadi sumber vitamin alami untuk murai batu. Buah juga membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat.
12. Berikan Buah Secukupnya
Buah cukup diberikan dua hingga tiga kali seminggu. Pemberian berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada burung.
13. Air Minum Bersih Wajib Diganti Setiap Hari
Kebersihan air minum sering dianggap sepele padahal sangat penting. Air yang bersih membantu menjaga kesehatan burung dan mencegah penyakit.
14. Vitamin Tambahan Bisa Jadi Pendukung
Selain pakan alami, vitamin khusus burung juga dapat diberikan untuk membantu meningkatkan kesuburan dan menjaga stamina. Kandungan vitamin E dan B kompleks biasanya cukup baik untuk masa penjodohan.
15. Pantau Kondisi Burung Secara Rutin
Perubahan perilaku murai batu perlu diperhatikan setiap hari. Burung yang mulai aktif berkicau, saling menyuapi, atau membuat sarang biasanya menunjukkan tanda cocok dengan pasangannya.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Anakan Murai Batu
16. Lingkungan Kandang Harus Tetap Nyaman
Pakan yang bagus perlu didukung kondisi kandang yang bersih dan tenang. Lingkungan yang nyaman membantu murai batu tidak mudah stres saat proses penjodohan.
17. Nutrisi Tepat Membantu Murai Cepat Kawin
Kombinasi pakan yang seimbang dapat membantu murai batu lebih cepat berjodoh, birahi stabil, dan siap berkembang biak. Konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama agar burung tetap sehat dan produktif.
Merawat murai batu memang membutuhkan ketelatenan, terutama saat memasuki masa penjodohan dan perkawinan. Dengan pemberian pakan yang tepat serta lingkungan yang nyaman, peluang murai batu untuk cepat berjodoh dan menghasilkan anakan pun semakin besar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil