Punya jalak suren di rumah itu ibarat punya pengingat otomatis yang super heboh. Burung yang satu ini memang terkenal dengan suaranya yang lantang dan pembawaannya yang gagah. Tapi jujur saja, kadang ada rasa bosan kalau setiap hari yang terdengar hanya suara yang itu-itu saja, alias monoton. Padahal, kita semua tahu kalau jalak suren punya kapasitas otak yang cerdas buat meniru berbagai macam suara di sekitarnya. Pertanyaannya, gimana sih caranya biar si cerdik ini mau membongkar semua koleksi masteran tersembunyinya saat di dalam sangkar?
Langkah awal yang paling krusial sebenarnya bukan langsung menjejalinya dengan rekaman audio seharian penuh, melainkan membangun rasa percaya dirinya dulu. Jalak suren itu burung yang sangat komunal sekaligus teritorial. Dia butuh merasa kalau sangkar dan area sekitarnya adalah kekuasaannya yang aman. Kalau dia masih merasa terintimidasi atau takut dengan lingkungan rumah, jangan harap dia mau bereksperimen dengan vokal baru. Jadi, pastikan posisinya nyaman dan jauh dari jangkauan hewan pengganggu seperti kucing atau tikus.
Salah satu trik mental yang sering dilupakan adalah lokasi menggantang sangkar. Coba deh sesekali taruh dia di tempat yang agak ramai atau sering dilewati anggota keluarga, misalnya di teras depan. Jalak suren adalah tipe burung "pamer" yang suka mencari perhatian. Semakin sering dia melihat interaksi manusia, mentalnya akan semakin terasah dan berani. Ketika mentalnya sudah tebal, dia tidak akan ragu lagi untuk berkicau dengan gaya ngobra yang khas sambil mengeluarkan variasi isiannya dengan lantang.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Manfaat Mandi Malam untuk Trucukan Kesayangan
Selanjutnya, kita harus jeli melihat jadwal biologisnya, dan di sinilah pentingnya ritual pengembunan. Mengeluarkan jalak suren saat fajar baru menyingsing, sekitar jam lima pagi, punya efek yang luar biasa untuk pernapasannya. Udara pagi yang masih bersih dan segar akan merangsang paru-parunya untuk bekerja maksimal. Biasanya, setelah menghirup udara pagi, burung akan merasa sangat bugar dan mulai bernyanyi kecil mencoba-coba variasi suara barunya sebelum memulai hari yang sibuk.
Setelah ritual embun selesai, jangan langsung memberikan makanan berat, melainkan ajak dia untuk mandi pagi. Jalak suren itu sangat hobi bermain air, jadi sediakan bak mandi khusus atau karamba agar dia bisa puas membersihkan bulunya. Mandi sampai basah kuyup bukan cuma soal kebersihan, tapi juga trik jitu untuk menurunkan tingkat stres dan menstabilkan birahinya. Burung yang selesai mandi dan merasa segar biasanya akan lebih relaks dan siap menerima stimulus suara baru.
Proses setelah mandi adalah penjemuran, dan di momen inilah energi mereka mulai diisi kembali. Jemur jalak suren di bawah sinar matahari pagi yang hangat selama satu sampai dua jam saja, jangan sampai kesiangan ya. Sinar matahari pagi membantu mengaktifkan metabolisme dan merangsang hormon maskulinnya. Ketika tubuhnya hangat dan energinya penuh, Anda akan melihatnya mulai berdiri tegak, membusungkan dada, dan bersiap-siap untuk berteriak mengeluarkan isi hatinya.
Nah, urusan perut juga memegang kendali penuh atas kreativitas suaranya. Pakan utama seperti voer memang penting, tapi "menu ekstra" atau extra fooding (EF) adalah kunci utama penentu performa. Jangkrik adalah menu wajib harian yang memberikan tenaga, berikan porsi yang pas dan konsisten setiap pagi dan sore. Kalau Anda ingin dia lebih aktif dan terangsang untuk bunyi bervariasi, selingi dengan pemberian kroto segar atau beberapa ekor ulat hongkong setelah dia selesai dijemur.
Baca Juga: Rahasia Telaten Bikin Trucukan Rumah Tercinta Jadi Rajin Ropel Setiap Hari
Namun, Anda juga harus hati-hati dengan jebakan over-birahi akibat makanan yang terlalu tinggi protein. Kalau jalak suren terlalu emosi, suaranya justru akan menjadi rusak, berantakan, atau bahkan mogok bunyi dan hanya melompat-lompat gelisah. Untuk mengatasinya, selalu imbangi dengan buah-buahan segar seperti pepaya atau pisang kepok. Pepaya sangat bagus untuk mendinginkan suhu tubuhnya dan menjaga pencernaannya tetap sehat, sehingga energinya tetap stabil di level yang pas.
Sekarang, mari kita bicara soal strategi memancing suaranya keluar. Waktu paling pas untuk melatihnya adalah siang hari, saat burung sedang santai setelah kenyang makan dan dijemur. Tempatkan sangkarnya di area yang teduh dan agak sepi dari lalu lalang manusia sejenak. Di momen rileks inilah Anda bisa memutar suara masteran, entah itu suara burung lain yang karakternya tajam seperti kenari, atau efek gemercik air mengalir yang bisa membuatnya merasa sedang berada di alam liar.
Ada satu trik rahasia yang sering dipakai para penghobi senior, yaitu menggunakan pancingan suara jalak suren betina. Jika burung Anda jantan, coba putar audio rekaman suara panggilan betina dengan volume yang samar-samar saja, jangan terlalu keras. Begitu mendengar suara lawan jenisnya, naluri alaminya untuk memikat akan langsung bangkit. Dia akan mulai bergaya, mengembangkan bulu kepalanya, dan membongkar semua variasi suara terbaik yang dia punya demi menarik perhatian si betina imajiner.
Satu hal yang tidak kalah penting adalah menghindari kesalahan fatal seperti menggantang dua jalak suren jantan secara berhadapan langsung setiap hari. Bukannya saling pamer variasi, yang ada mereka malah akan saling mengintimidasi dan bertarung secara mental. Efek buruknya, burung yang kalah mental akan stres dan suaranya langsung terkunci. Jika punya lebih dari satu, cukup gantung mereka di tempat terpisah yang terhalang sekat dinding, sehingga mereka hanya bisa saling bersahutan lewat suara saja.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Anakan Murai Batu
Pada akhirnya, merawat jalak suren agar mau mengeluarkan variasi suaranya adalah seni tentang kesabaran dan konsistensi. Tidak ada ramuan ajaib yang bisa membuat burung langsung pintar dalam semalam. Nikmati saja proses kedekatan Anda dengan burung peliharaan Anda setiap harinya lewat perawatan yang penuh kasih sayang. Ketika dia sudah merasa bahwa Anda adalah sahabatnya dan sangkar tersebut adalah rumah amannya, dia tidak akan segan-segan menghibur Anda dengan konser vokal terbaiknya yang penuh kejutan. (*)
Editor : Mahfud