Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bikin Melongo! Intip Pesona Burung dengan Corak Sayap Paling Langka di Dunia, Warnanya Bisa Berubah-ubah?

Nakula Agi Sada • Senin, 26 Januari 2026 | 00:00 WIB

Burung Purple-Crested Turaco
Burung Purple-Crested Turaco

JP Radar Kediri- Jika Anda pernah bermimpi melihat burung yang tampak seperti karakter dalam dongeng, Purple-crested Turaco adalah jawabannya. Burung ini adalah penghuni tetap di wilayah Afrika bagian selatan dan timur, yang seringkali membuat orang terpana karena perpaduan warna bulunya yang sangat halus dan elegan.

Daya tarik utamanya, sesuai namanya, adalah jambul (crest) berwarna ungu gelap yang berkilau di atas kepalanya. Jambul ini sering kali terlihat hampir hitam jika berada di tempat teduh, namun akan memancarkan kilau ungu metalik yang magis begitu terkena sinar matahari langsung.

Namun, kejutan sebenarnya baru akan muncul saat burung ini membentangkan sayapnya. Dari luar, mereka tampak berwarna hijau zaitun dan abu-abu tenang, tetapi saat terbang, Anda akan melihat warna merah crimson (merah tua) yang sangat menyala di balik sayapnya.

Baca Juga: Punya Bulu Warna-Warni Bak Pelangi, Inilah European Bee Eater: Si Pemburu Cantik yang Paling Fotogenik di Langit

Warna merah pada sayap Turaco ini sangat unik di dunia burung. Berbeda dengan burung lain yang mendapatkan warna dari makanan, Turaco memiliki pigmen khusus yang disebut turacin dan turacoverdin. Pigmen ini sangat murni sehingga jika Anda mencelupkan bulunya ke air, air tersebut bisa sedikit berubah warna.

Secara fisik, mereka memiliki ukuran tubuh yang sedang, sekitar 42 hingga 45 sentimeter. Bentuk tubuhnya yang ramping dengan ekor panjang membuat mereka sangat lincah saat melompat dari satu dahan ke dahan lainnya di kanopi hutan yang rapat.

Ada satu ciri khas lagi yang membuat wajahnya terlihat sangat ekspresif, yaitu lingkaran merah cerah di sekitar matanya. Lingkaran ini memberikan kesan seolah-olah mereka selalu waspada dan penuh rasa ingin tahu terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga: Bikin Iri! Rahasia Rambut 'Blonde' Woodpecker yang Selalu On-Point, Ternyata Bukan Hasil Perawatan Salon

Berbeda dengan burung pemangsa yang garang, Purple-crested Turaco adalah seorang "vegetarian" sejati. Makanan utamanya adalah buah-buahan liar yang tumbuh di hutan, mulai dari buah ara hingga berbagai jenis beri hutan yang manis.

Cara mereka bergerak di atas pohon lebih mirip dengan mamalia kecil daripada burung. Mereka jarang terbang dalam jarak jauh; mereka lebih suka berlari dan melompat di sepanjang dahan pohon dengan kecepatan yang luar biasa, berkat struktur kaki mereka yang fleksibel.

Di Afrika Selatan, burung ini memiliki tempat istimewa dalam budaya lokal. Karena keindahannya, bulu sayap merah mereka secara tradisional dianggap sebagai simbol bangsawan dan kehormatan, seringkali hanya boleh dikenakan oleh anggota keluarga kerajaan atau prajurit terpilih.

Baca Juga: Kroto, Superfood Favorit Burung Kicau, tapi Ada Aturannya

Meskipun penampilannya sangat mencolok, menemukan mereka di dalam hutan bukanlah perkara mudah. Mereka adalah ahli dalam bersembunyi di balik dedaunan hijau. Seringkali, Anda akan mendengar suaranya terlebih dahulu sebelum berhasil melihat sosoknya secara langsung.

Suara mereka adalah salah satu bunyi paling ikonik di hutan Afrika. Bunyinya berupa rangkaian suara "kok-kok-kok-kok" yang semakin lama semakin cepat dan keras. Bagi penduduk lokal, suara ini adalah alarm alami yang menandakan hari sudah dimulai.

Dalam urusan sarang, mereka cenderung lebih sederhana dibandingkan penampilannya yang mewah. Sarangnya biasanya hanya berupa tumpukan ranting tipis yang diletakkan di tengah dahan yang rimbun, mirip dengan sarang burung merpati namun lebih tersembunyi.

Baca Juga: Mix Jangkrik + Kroto, Kombinasi Rahasia Biar Burung Makin Gacor

Burung ini termasuk hewan yang setia. Mereka biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok keluarga kecil. Saat musim kawin tiba, mereka akan melakukan tarian kecil dan saling memberi makan sebagai bentuk ikatan kasih sayang antar pasangan.

Habitat favorit mereka adalah hutan galeri (hutan di sepanjang sungai) dan daerah semak belukar yang lembap. Mereka sangat bergantung pada ketersediaan pohon buah sepanjang tahun, sehingga pelestarian hutan buah menjadi kunci keberlangsungan hidup mereka.

Meskipun populasinya saat ini masih dianggap stabil, ancaman hilangnya habitat akibat pembukaan lahan tetap menjadi perhatian. Untungnya, mereka cukup adaptif dan terkadang masih mau mampir ke taman-taman di pinggir kota yang memiliki banyak pohon besar.

Baca Juga: Harga Burung Indigo Village di Indonesia

Mengamati Purple-crested Turaco memberikan kita perspektif baru tentang keajaiban evolusi. Bagaimana alam bisa menciptakan pigmen warna yang begitu spesifik dan hanya dimiliki oleh satu keluarga burung saja di seluruh dunia.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi taman nasional di Afrika Selatan atau Zimbabwe, pastikan untuk selalu menengadah ke arah pohon buah. Siapa tahu, Anda bisa melihat kilauan ungu metalik dari sang "bangsawan hutan" ini yang sedang asyik berpesta buah.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : rekian
#jambul #penghobi burung #langka #afrika #pesona burung