JP Radar KEdiri- Pernahkah Anda membayangkan seekor burung yang terlihat seperti baru saja keluar dari salon kelas atas dengan gaya rambut mohawk pirang yang ikonik? Itulah kesan pertama saat kita melihat Blond-crested Woodpecker, salah satu spesies pelatuk paling modis di dunia.
Burung yang memiliki nama ilmiah Celeus flavescens ini memang bukan penghuni hutan kita di Indonesia. Ia adalah warga asli Amerika Selatan yang menghuni wilayah mulai dari Brasil Timur, Paraguay, hingga sebagian wilayah Argentina.
Baca Juga: Kroto, Superfood Favorit Burung Kicau, tapi Ada Aturannya
Keunikan utamanya terletak pada jambulnya yang berwarna krem pucat atau pirang. Jambul ini bukan sekadar hiasan, melainkan mahkota yang membuatnya sangat mudah dikenali bahkan dari kejauhan di antara lebatnya kanopi hutan.
Jika Anda melihatnya secara langsung, kontras warnanya sangat memukau. Bayangkan tubuh yang didominasi warna hitam pekat dengan pola garis-garis putih, dipadukan dengan kepala yang berwarna terang seperti mentega. Benar-benar sebuah mahakarya alam.
Baca Juga: Proses Trucukan Balik Gacor Setelah Pindah Kurungan
Untuk membedakan mana yang jantan dan betina, kita hanya perlu sedikit jeli melihat bagian pipinya. Burung jantan memiliki "kumis" atau garis merah yang tegas di area malar, memberikan kesan maskulin yang unik pada wajahnya yang cerah.
Secara ukuran, burung ini cukup proporsional, tidak terlalu kecil namun tidak sebesar elang. Panjang tubuhnya rata-rata mencapai 28 sentimeter, ukuran yang pas untuk bergerak lincah di antara dahan-dahan pohon yang rapat.
Baca Juga: Mix Jangkrik + Kroto, Kombinasi Rahasia Biar Burung Makin Gacor
Habitat favorit mereka bukanlah hutan yang sangat gelap, melainkan tepian hutan atau area yang agak terbuka. Mereka menyukai tempat di mana cahaya matahari masih bisa menembus masuk dan menyinari jambul pirang mereka saat terbang.
Menariknya, burung ini memiliki selera makan yang agak spesifik. Meskipun mereka adalah burung pelatuk, mereka sangat terobsesi dengan semut dan rayap. Bisa dibilang, mereka adalah pengendali hama alami bagi pohon-pohon di hutan Atlantik.
Baca Juga: Bukan Emprit atau Kenari, Iniah Indigo Village yang Sudah Muncul di Kios Burung Nganjuk
Cara mereka mencari makan pun cukup dramatis. Mereka akan memahat kayu yang lapuk dengan paruhnya yang kuat, bukan hanya untuk mencari larva, tapi seringkali untuk membongkar sarang semut yang tersembunyi di dalam batang pohon.
Selain serangga, Blond-crested Woodpecker juga dikenal sebagai pemakan buah-buahan. Jadi, jangan heran jika sesekali mereka terlihat mampir di pohon buah di sekitar perkebunan warga hanya untuk mencari camilan manis.
Baca Juga: Cara Merawat Kenari di Musim Penghujan, Tetap Sehat, Tetap Gacor, Tanpa Drama
Suara yang dihasilkan burung ini pun tak kalah eksentrik. Mereka memiliki teriakan yang nyaring dan terdengar sangat ceria, seolah-olah sedang memberikan pengumuman kepada penghuni hutan lainnya tentang keberadaan mereka.
Bagi para fotografer burung atau birdwatcher, bertemu dengan spesies ini adalah sebuah pencapaian tersendiri. Warnanya yang mencolok membuatnya menjadi objek foto yang sangat estetis, apalagi saat ia sedang memamerkan jambulnya.
Meskipun saat ini status konservasinya masih tergolong "Risiko Rendah" (Least Concern), kita tidak boleh menutup mata. Deforestasi yang terjadi di hutan-hutan Amerika Selatan tetap menjadi ancaman nyata bagi ruang gerak mereka di masa depan.
Baca Juga: Vitamin Ampuh Bikin Trucukan Tetap Gacor di Musim Hujan
Banyak orang sering salah mengira bahwa burung ini ada di Asia karena kemiripan bentuk dengan beberapa pelatuk tropis lainnya. Namun, setelah melihat jambul pirangnya yang khas, barulah orang sadar bahwa ini adalah spesies yang berbeda.
Di Indonesia sendiri, kita punya kerabat jauh yang tak kalah keren, yaitu Pelatuk Kuduk-kuning. Meski warnanya berbeda, semangat dan peran ekologisnya dalam menjaga kesehatan hutan kurang lebih hampir sama.
Baca Juga: Solusi Mengatasi Kandang Ayam yang di Perkotaan dan PAdat Penduduk
Mempelajari burung seperti Blond-crested Woodpecker menyadarkan kita betapa luas dan beragamnya kekayaan hayati bumi. Setiap sudut dunia memiliki "bintang" masing-masing yang unik dengan karakteristik yang kadang di luar nalar manusia.
Itulah sekilas profil si cantik berjambul pirang dari benua seberang. Sebuah pengingat bahwa alam selalu punya cara untuk tampil gaya, bahkan di tengah hutan belantara yang paling terpencil sekalipun.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian