Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bukan Emprit atau Kenari, Iniah Indigo Village yang Sudah Muncul di Kios Burung Nganjuk

Nakula Agi Sada • Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:09 WIB

Burung Indigo
Burung Indigo

JP Radar Kediri- Kalau kamu pernah mendengar istilah burung Indigo Village, mungkin kamu langsung membayangkan burung berwarna biru mengilap yang tampil mencolok. Dan benar, dugaanmu tepat. Burung kecil asal Afrika ini memang punya daya tarik yang berbeda dibanding jenis burung kicau yang umum ditemui di Indonesia.

Burung Indigo Village, atau nama ilmiahnya Vidua chalybeata, berasal dari keluarga Viduidae yang terkenal sebagai burung finch eksotis. Meski ukurannya mungil, kisaran 11–12 cm, burung ini dipuji karena warna tubuhnya yang mengkilap dan suara kicauannya yang unik.

Baca Juga: Harga Burung Indigo Village di Indonesia

Yang membuat jantan Indigo Village mencuri perhatian adalah warnanya yang seperti “logam biru kehijauan”. Ketika terkena cahaya matahari, bulunya bisa berubah tampak biru gelap, hijau kehitaman, bahkan turkis—sungguh visual yang bikin siapa pun terpikat hanya dengan sekali lihat.

Berbeda dengan jantan, burung Indigo betina tampil lebih sederhana. Warna tubuhnya cenderung cokelat kusam dengan alis putih tipis. Penampilan ini membuatnya sekilas mirip burung gereja betina, sehingga sering tidak disadari meski sedang berada di antara burung lain.

Baca Juga: Cara Merawat Kenari di Musim Penghujan, Tetap Sehat, Tetap Gacor, Tanpa Drama

Secara natural, burung ini hidup dan tersebar di wilayah Afrika sub-Sahara. Mereka terbiasa dengan lingkungan terbuka, pepohonan rendah, dan area pedesaan yang banyak dipenuhi semak atau rumput savana. Habitat aslinya ini jadi salah satu alasan mengapa burung Indigo jarang ditemui secara liar di negara seperti Indonesia.

Yang menarik, burung Indigo punya perilaku unik yang jarang dimiliki burung kicau lain: mereka adalah brood parasite, atau parasit sarang. Artinya, Indigo Village betina tidak membangun sarang sendiri untuk bertelur, melainkan menitipkan telurnya pada burung lain. Biasanya mereka memilih burung Firefinch sebagai “orang tua asuh”.

Baca Juga: Cara Merawat Kenari di Musim Penghujan, Tetap Sehat, Tetap Gacor, Tanpa Drama

Berbeda dari beberapa parasit sarang lain yang merusak telur inangnya, burung Indigo justru menambahkan telurnya tanpa mengganggu telur asli si pemilik sarang. Bahkan anakan Indigo nanti akan meniru suara dan cara meminta makan layaknya anak burung Firefinch, sehingga tidak dicurigai oleh induk pengasuhnya.

Perilaku adaptif ini membuat spesies ini dianggap cerdas. Mereka mampu mempelajari suara burung lain sejak kecil dan menggunakannya sebagai repertoar kicauan mereka ketika dewasa. Tak heran suara burung Indigo Village terdengar unik, punya variasi khas, dan sering bikin penasaran para penghobi burung.

Baca Juga: Vitamin Ampuh Bikin Trucukan Tetap Gacor di Musim Hujan

Saat tumbuh di penangkaran, burung ini bisa diberi “masteran” suara agar lebih kaya variasi. Banyak penghobi memilih suara halus, ngerol lembut, atau siulan kombinasi untuk meramaikan karakter kicau Indigo Village yang cenderung halus namun tajam.

Meski bukan burung lokal, popularitas Indigo Village mulai meningkat di kalangan pecinta burung unik di Indonesia. Penampilan eksotis dan suara yang beda membuatnya terasa seperti burung koleksi kelas premium, meskipun ukurannya relatif kecil.

Baca Juga: Solusi Mengatasi Kandang Ayam yang di Perkotaan dan PAdat Penduduk

Namun sebelum memutuskan memelihara burung asal Afrika ini, penting untuk memahami aturan dan legalitasnya. Beberapa negara membatasi pemasukan burung asing untuk mencegah risiko penyakit dan menjaga ekosistem lokal. Jadi pastikan pembeliannya benar-benar legal dan aman.

Dari sisi pemeliharaan, burung Indigo Village tidak terlalu sulit dirawat. Mereka bisa memakan bijian layaknya finch lain, ditambah sedikit pakan tambahan seperti sayur lembut, telur puyuh rebus, atau serangga kecil untuk variasi nutrisi.

Baca Juga: Punya Lahan Sempit tapi Ingin Beternak? Konsep Kandang Ayam Umbaran Jadi Solusinya

Kandang yang nyaman sangat membantu burung ini tetap aktif. Karena terbiasa hidup di alam terbuka, Indigo Village lebih betah kalau kandangnya tidak terlalu sempit dan memiliki beberapa batang tangkringan. Sesekali dapat diberi wadah pasir halus sebagai tempat “mandi debu”.

Burung ini juga cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan. Tempatkan kandang di lokasi yang tidak terlalu bising dan tidak terkena angin kencang. Meskipun tampak kecil dan lincah, mereka tetap membutuhkan rasa aman untuk bisa tampil aktif dan rajin bunyi.

Baca Juga: Burung Kicauan Loyo Saat Musim Hujan? Tenang, Begini Cara Bikin Mereka Semangat Lagi!

Dari sisi sosialisasi, burung Indigo bisa hidup berdampingan dengan burung finch lain. Namun tetap perlu diawasi, terutama saat musim birahi, karena jantan bisa menjadi lebih agresif terhadap sesama jantan yang berwarna cerah.

Bagi yang suka burung dengan warna eksotis namun suara tetap lembut, Indigo Village adalah pilihan yang sangat menarik. Nilai estetika burung ini bisa jadi daya tarik utama, terutama bagi penghobi yang ingin menambah koleksi burung unik di rumah.

Baca Juga: Jurus Ampuh Bikin Sepah Raja Gacor Parah di Musim Hujan

Pada akhirnya, burung ini bukan sekadar burung hias. Keunikan perilaku, warna yang memukau, dan suara yang khas membuat Indigo Village jadi salah satu spesies paling unik dari benua Afrika yang kini mulai dikenal luas oleh pencinta burung kicau di Indonesia.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#radar kediri #kenari #burung unik #Indigo Village #emprit