Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara yang Benar Menggendong dan Mengendalikan Kucing, Menurut Dokter Hewan

Jauhar Yohanis • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:13 WIB


Dengan cara yang benar, kucing tidak akan reaktif dan menyerang
Dengan cara yang benar, kucing tidak akan reaktif dan menyerang

Bagi pecinta kucing, memahami cara memperlakukan hewan berbulu satu ini bukan sekadar soal kasih sayang, tapi juga soal keselamatan—baik untuk si kucing maupun pemiliknya. Hal itu disampaikan oleh Dr. Uri Burstyn, dokter hewan asal Vancouver, Kanada, dalam video edukatifnya yang membahas teknik menangani kucing dengan aman dan nyaman.

Jangan Ayun Kucing Seperti Boneka

Dalam video berdurasi sekitar sepuluh menit itu, Dr. Uri mengawali dengan memperingatkan kebiasaan umum yang sering dilihatnya di klinik: orang menggendong atau mengayun kucing sembarangan. “Saya sering melihat orang berjalan sambil mengayun kucingnya. Itu membuat saya ngeri,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan seperti itu bisa membuat kucing merasa tidak nyaman bahkan panik, sehingga berisiko mencakar atau melukai pemiliknya.

Mulai dengan Salam dan Sentuhan Lembut

Sebelum menyentuh kucing, Dr. Uri menyarankan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Caranya, ulurkan tangan dengan jari sedikit melengkung agar tidak mudah tergigit, lalu biarkan kucing mencium tangan tersebut. “Setelah itu, beri sedikit garukan di pipi atau bawah dagu. Biasanya mereka langsung luluh,” katanya sambil tersenyum.

Kuncinya, Buat Kucing Merasa Aman

Cara menggendong kucing yang benar, kata Dr. Uri, adalah dengan menopang dada dan perutnya secara seimbang. Jangan biarkan tubuh kucing menggantung. Setelah diangkat, peluk tubuhnya dekat ke dada agar merasa aman. “Ingat, kucing yang merasa tidak aman akan berusaha mencari pegangan, dan itulah saat tangan Anda bisa jadi korban cakaran,” jelasnya.

“Squish the Cat”, Bukan Menyiksa Tapi Menenangkan

Dr. Uri memperkenalkan istilah yang unik: “Squish the cat.” Maksudnya bukan memeluk terlalu keras, melainkan menekan lembut tubuh kucing ke dada agar merasa terlindungi. Cara ini, menurutnya, juga efektif ketika harus memotong kuku, memberi obat, atau menenangkan kucing yang takut.

Jika kucing masih berontak, ia menyarankan penggunaan handuk. “Handuk adalah alat terbaik untuk menenangkan kucing. Bungkus saja sebagian tubuhnya, lalu pegang dengan lembut,” ujarnya.

Teknik “Football Carry” untuk Situasi Darurat

Dalam kondisi tertentu, seperti ketika harus cepat memindahkan kucing, Dr. Uri menunjukkan cara membawa yang disebut “football carry.” Kucing didekap di bawah satu tangan, dengan kepala di bawah siku dan bagian belakang tubuh disangga oleh tangan. “Dengan posisi ini, kucing tidak bisa mencakar, dan mereka tetap merasa aman,” katanya.

Kucing Bahu, Si Penumpang Setia

Dalam sesi berikutnya, Dr. Uri memperkenalkan Mr. Pirate, kucing peliharaannya yang berusia 14 tahun dan hobi naik ke bahu. “Beberapa kucing senang berada di bahu pemiliknya. Tapi kalau tidak hati-hati, kuku mereka bisa melukai leher atau punggung,” katanya.

Untuk kucing seperti ini, Dr. Uri menyarankan agar pemilik tetap menopang tubuhnya dan kembali menerapkan prinsip “squish” agar kucing tidak kehilangan keseimbangan.

Kucing Itu Tangguh, Tapi Butuh Rasa Aman

Menutup videonya, Dr. Uri mengingatkan bahwa kucing sebenarnya hewan yang kuat. Namun, rasa aman tetap menjadi kunci agar mereka tenang dan mudah dikendalikan. “Pegang mereka dengan penuh kasih dan keyakinan. Mereka akan lebih percaya kepada Anda,” tutupnya.

Dengan cara sederhana dan gaya bicara yang bersahabat, Dr. Uri berhasil menunjukkan bahwa memahami bahasa tubuh kucing sama pentingnya dengan menyayangi mereka. Karena bagi para pecinta kucing sejati, memeluk bukan sekadar merangkul, tapi memberi rasa aman.(*)

 

Sumber : Helpful Vancouver Vet

Editor : Jauhar Yohanis