Merawat anakan burung dara atau yang biasa disebut piyikan bukan perkara mudah. Butuh ketelatenan, waktu, dan kasih sayang ekstra agar si mungil bisa tumbuh sehat hingga siap terbang. Dawi, seorang penghobi burung yang aktif berbagi pengalaman, mengupas tuntas hal-hal yang harus dilakukan.
Siap Mental Sebelum Mulai
Sebelum memutuskan untuk merawat piyikan, Dawi mengingatkan agar calon perawat benar-benar siap. “Ngeloloh anakan burung dara itu harus rutin, minimal dua kali sehari. Kalau mau hasil maksimal, bisa sampai empat kali,” ujarnya. Artinya, tak ada kata malas jika ingin si dara tumbuh sehat.
Selain waktu, Anda juga perlu menyiapkan bahan-bahan dan alat bantu yang sederhana namun penting. Dawi menyebut beberapa perlengkapan wajib seperti pakan ayam (Bama), air panas, botol kecil, plastik atau balon, serta gelang karet untuk mengikat penutup botol.
Meramu Pakan Lembek yang Aman
Langkah pertama dalam proses meloloh adalah menyiapkan pakan. Dawi memilih pakan ayam karena teksturnya mudah diolah. Pakan ini dicampur dengan air panas agar lebih lembut dan mudah dicerna.
“Kalau air panas, proses melembeknya lebih cepat. Tapi jangan lupa, pastikan nanti suhunya aman di mulut piyikan, ya,” kata Dawi sambil mengaduk pakan di dalam botol.
Pakan yang sudah halus kemudian dikocok hingga rata. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air biasa. Tujuannya agar makanan bisa mengalir lancar saat dilolohkan.
Teknik Meloloh Tanpa Tersedak
Nah, bagian paling penting adalah proses meloloh itu sendiri. Dawi menunjukkan cara mudah membuat alat loloh dari botol kecil yang ditutup plastik atau balon. Plastik dipotong kecil, lalu diikat dengan karet agar pas menutup lubang botol.
“Kalau ada balon, lebih bagus. Plastik gampang sobek dan bocor,” sarannya.
Saat memberi makan, piyikan dipegang lembut. Paruhnya diarahkan ke lubang botol, lalu botol ditekan perlahan. “Jangan terlalu kuat, nanti bisa tersedak. Kalau tersedak, bisa bahaya,” jelas Dawi.
Cek Kenyangnya dari Tembolok
Setelah lolohan selesai, Dawi selalu memastikan kondisi piyikan. Ia mengecek tembolok, bagian dada yang menandakan apakah burung sudah kenyang atau belum. “Kalau tembolok udah keras, berarti cukup. Jangan dipaksa, nanti bisa overdosis pakan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh burung setelah makan. Tisu kering digunakan untuk mengelap sisa pakan agar bulu tidak lembap dan terhindar dari semut.
Kasih Sayang Adalah Kunci
Dawi mengaku merawat piyikan karena induknya sudah dijual oleh teman. Tanpa indukan, piyikan berisiko kelaparan jika tidak segera dirawat. “Aku nggak tega lihatnya. Jadi setiap hari aku kasih makan sendiri sampai bisa makan sendiri,” katanya sambil tersenyum.
Meski terkesan sederhana, cara ini menyelamatkan banyak piyikan dari kematian. Ia menekankan bahwa perhatian dan kesabaran menjadi kunci utama dalam perawatan burung dara muda.
Pesan Penutup
Di akhir videonya, Dawi berpesan agar para penghobi burung selalu menyayangi hewan peliharaan mereka.
“Sayangi hewan kalian seperti kalian menyayangi diri sendiri,” ucapnya penuh makna.
Tutorial sederhana ini bukan hanya soal memberi makan, tapi juga soal kepedulian terhadap makhluk hidup. Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba merawat anakan burung dara, pastikan Anda siap dengan waktu, tenaga, dan hati yang tulus.
Tips Singkat dari Dawi:
-
Beri makan 2–4 kali sehari secara rutin.
-
Gunakan pakan ayam lembek, bukan biji-bijian keras.
-
Pastikan suhu pakan hangat, tidak panas.
-
Gunakan balon sebagai penutup botol untuk meloloh.
-
Bersihkan tubuh piyikan setelah makan agar tidak lembap.
-
Hentikan loloh jika tembolok sudah penuh.