Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tips dan Trik Sukses Budidaya Anggrek dari Petani Anggrek Kandat Kediri

Shinta Nurma Ababil • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Anggrek
Anggrek

JP Radar Kediri - Anggrek merupakan salah satu tanaman hias dengan nilai jual tinggi yang digemari banyak orang. Pemintanya datang dari berbagai kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, muda hingga tua.

Bahkan, di kawasan Asia Tenggara, anggrek menjadi komoditas yang terus diminati karena keindahan bunganya dan variasi warna yang selalu baru.
Namun, di balik peluang bisnis yang menjanjikan, budidaya anggrek memiliki tantangan tersendiri.

Hal itu diungkapkan oleh Nicky Yansa, petani anggrek asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.
Menurutnya, kendala terbesar yang sering dihadapi petani pemula adalah rasa malas dan kurangnya ketelatenan.

Proses pembibitan hingga tanaman siap jual membutuhkan waktu panjang dan perhatian ekstra. Bibit anggrek biasanya ditanam dalam botol, namun pada tahap ini tanaman masih sangat rawan mati atau patah.

Banyak pemula yang cepat putus asa ketika mengalami kerugian akibat kegagalan di tahap awal ini.

Untuk bisa berhasil, perawatan harus dilakukan secara rutin dan konsisten. Nicky menjelaskan bahwa pemupukan dilakukan setiap satu minggu sekali.

Selain itu, pencegahan hama dan penyakit juga harus diperhatikan dengan penyemprotan fungisida serta insektisida secara berkala.

“Kalau perawatan tidak konsisten, tanaman mudah terserang penyakit. Ketelatenan dalam perawatan adalah kunci sukses dari budidaya tanaman anggrek,” ungkapnya.

Pertumbuhan anggrek pun memerlukan waktu yang cukup lama. Benih biasanya baru bisa dijual setelah berusia lima hingga tujuh bulan.

Setelah itu, tanaman masuk fase remaja dalam waktu dua hingga tiga bulan. Untuk menjadi dewasa, anggrek membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan atau lebih, tergantung jenisnya. Pada fase dewasa inilah tanaman memasuki proses pembungaan.

Dari bunga yang sudah mekar, benang sari dan serbuk bisa diambil untuk dilakukan penyilangan. Proses penyilangan ini menghasilkan buah yang kemudian diolah di laboratorium menjadi bibit baru dengan variasi warna yang berbeda. Inilah yang membuat anggrek selalu memiliki daya tarik dan tidak pernah ketinggalan tren.

Pemasaran anggrek kini semakin mudah berkat kehadiran platform daring. Para petani dapat memanfaatkan marketplace seperti Shopee atau media sosial seperti TikTok untuk menjangkau pembeli lebih luas.

Penjualan ke luar Pulau Jawa bahkan memberikan keuntungan lebih besar, karena harga anggrek bisa mencapai dua kali lipat dari harga di Jawa. Hal ini disebabkan oleh jarak distribusi yang jauh serta kelangkaan stok di daerah tertentu.

Menurut Nicky, alasan dirinya menekuni budidaya anggrek karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang stabil. Harga anggrek jarang turun, kecuali tanaman dalam kondisi rusak. Penyilangan yang menghasilkan varietas baru juga membuat pasar tidak pernah sepi.

“Anggrek itu selalu setia dengan keindahan bunganya. Selama telaten merawat dan cermat dalam pemasaran, hasilnya bisa sangat menguntungkan,” ujarnya.

Nicky menegaskan bahwa kunci sukses dalam budidaya anggrek terletak pada niat, ketekunan, serta kesabaran.

Dengan perawatan yang konsisten dan strategi pemasaran yang tepat, anggrek dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan sekaligus memuaskan bagi para pecinta tanaman hias.
Penulis : Sandy Nurhuda

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#tanaman #bunga #cara menanam #Bunga anggrek