Kulit pisang mengandung mengandung kalium yang dapat memperkuat batang tanaman, melawan penyakit, dan menyuburkan tanah.
Kandungan lain adalah potasium yang bisa membuat tanaman tahan terhadap kekeringan. Dengan ini tanaman tidak mudah layu.
Selain itu, menggunakan pupuk dari kulit pisang juga bermanfaat untuk menambah unsur hara dalam tanah, membantu mempercepat pertumbuhan akar, bunga, serta pematangan biji atau batang.
Pupuk organik dengan kulit pisang bisa dibuat dalam bentuk padat atau cair. Kulit pisang bisa dipotong kecil-kecil kemudian ditanam di sekitar tanaman. Tanaman akan menyerap nutrisi dari kulit pisang secara perlahan.
Selain ditanam, kulit pisang juga dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Caranya mudah, cukup rendam kulit pisang dengan larutan gula, kemudian diamkan selama 7-10 hari.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Recycling of Organic Waste in Agriculture membuktikan bahwa biochar dari kulit pisang kaya akan kalium dan berpotensi menjadi sumber pupuk organik ramah lingkungan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa penambahan biochar kulit pisang ke tanah mampu meningkatkan jumlah daun, dan tinggi tanaman.
Selain itu, biochar kulit pisang juga terbukti mengurangi gejala kekurangan kalium, seperti daun menguning di tepi, pertumbuhan terhambat, dan batang yang lemah. Dengan ini tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan produktif.
Daripada dibuang menjadi limbah, manfaatkan kulit pisang sebagai pupuk tanaman. Tidak perlu membeli pupuk yang mahal, tanaman Anda akan tumbuh subur tanpa perlu mengeluarkan biaya.
Artikel ini ditulis oleh Widia Isnaini Rochmatun Nikmah Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian