Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cocok untuk Ketahanan Pangan! Tanamnya Sekali tapi Panen Berkali-Kali!: Berikut 5 Rekomendasi Sayuran Abadi untuk Pekarangan Rumahmu

Internship Radar Kediri • Selasa, 30 September 2025 | 13:17 WIB
Selada adalah salah satu sayuran abadi yang bisa panen hingga bertahun-tahun
Selada adalah salah satu sayuran abadi yang bisa panen hingga bertahun-tahun

JP RADAR KEDIRI- Tanaman sayur abadi bisa menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin berkebun dengan praktis. Bayangkan, cukup menanam sekali tetapi bisa menikmati panen berkali-kali.

Berbeda dengan tanaman semusim, sayuran abadi memiliki siklus hidup yang lebih panjang. Disebut “abadi” karena mampu bertahan lebih dari dua tahun dengan sistem akar yang sama.

Menanam sayuran abadi juga menjadi solusi cerdas untuk mengurangi tekanan dalam berkebun. Selain usianya panjang, tanaman ini pada dasarnya dapat merawat dirinya sendiri. Berikut 5 sayuran abadi yang bisa dicoba:

Kucai dan Daun Bawang

Kedua tanaman ini mampu bertahan meski menghadapi cuaca ekstrem. Selain itu, tanaman tersebut mudah ditanam, baik di pot maupun langsung di tanah, melalui biji atau anakan rumpun.

Cara panen yang tepat adalah memotong 3–6 cm dari pangkal menggunakan gunting tajam. Lakukan panen secara teratur agar tanaman terus menghasilkan daun baru, sementara umbinya dibiarkan tetap di tanah.

Umbi tersebut akan terus membelah dan tumbuh kembali dari tahun ke tahun, sehingga kucai dan daun bawang semakin banyak seiring waktu.

Selada Air

Selada air termasuk tanaman abadi karena memiliki siklus hidup lebih panjang dari tanaman tahunan. Tanaman ini dapat terus tumbuh selama beberapa tahun jika kondisi lingkungannya mendukung.

Selada air tumbuh baik di area basah dengan sinar matahari sebagian atau penuh, sesuai iklim tropis Indonesia. Cara menanamnya cukup mudah, bisa dari benih atau stek batang.

Pastikan media tanam tetap lembap dan mendapat sinar matahari cukup, namun tidak terlalu terik. Tanaman ini juga bisa tumbuh di tepi sungai, parit, rawa-rawa, atau wadah berisi air dan tanah lembap.

Selada air dikenal cepat tumbuh, mudah menyebar, dan cepat berbunga. Waktu terbaik memanennya adalah sebelum bunganya mekar agar rasa tetap segar dan enak.

Bayam Brazil

Bayam Brazil dikenal mudah tumbuh dan tahan lama. Tanaman ini bisa hidup di berbagai jenis tanah, baik di tempat teduh maupun di bawah sinar matahari langsung.

Perawatannya sederhana dan jarang terserang hama. Bahkan tanpa pestisida alami, bayam Brazil tetap dapat tumbuh dengan baik.

Rahasia agar tetap rimbun adalah memanennya secara teratur. Petik pucuk mudanya, maka beberapa hari kemudian akan muncul tunas baru.

Labu Siam

Labu siam merupakan salah satu tanaman abadi yang bisa menghasilkan buah selama bertahun-tahun. Tanaman tropis ini mudah ditemukan di pasar dan menjadi salah satu sayuran favorit banyak orang.

Dengan perawatan baik, labu siam dapat hidup hingga tiga tahun atau lebih. Rasanya enak, mudah tumbuh, dan bisa ditanam di dataran tinggi maupun rendah.

Jika memiliki pekarangan yang cukup luas, tanaman ini layak ditanam karena pertumbuhannya menjalar dan membutuhkan ruang. Selain buah, daun dan batang mudanya juga dapat dimasak sebagai sayur.

Labu siam bisa diperbanyak menggunakan bibit dari buah yang sudah tua. Satu tanaman bahkan mampu menghasilkan hingga 500 buah per tanaman.

Daun Kelor

Sayur ini dapat bertahan hingga 20 tahun lebih. Perawatannya pun mudah, cukup pastikan tanaman terkena sinar matahari secara penuh. Selebihnya, kelor bisa merawat dirinya sendiri.

Tinggi kelor dapat mencapai 7–11 meter sehingga perlu dijaga agar tidak terlalu tinggi. Bukan hanya daunnya yang bisa dimakan, bunga dan polong kelor juga dapat dikonsumsi. Bunganya berasa lembut mirip jamur dan bisa ditambahkan ke salad, tumisan, atau dibuat teh.

Bijinya bisa direbus, disangrai, dijadikan camilan, atau ditambahkan ke masakan. Untuk memperbanyak kelor, stek lebih baik daripada biji karena lebih cepat tumbuh dan berbunga, hanya sekitar delapan bulan.

Selain kaya akan nutrisi, menanam sayuran abadi sangat membantu untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Dengan perawatan yang sederhana, tanaman ini mampu tumbuh dalam jangka panjang sehingga memberikan hasil panen yang berkesinambungan bagi keluarga.

 

Artikel ini ditulis oleh Widia Isnaini Rochmatun Nikmah Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#Panen berulang #berkebun di rumah #ketahanan pangan #kesehatan #Sayuran abadi #Tips Berkebun