Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bulu Kucing Peliharaanmu Rontok? Pertanda Bahaya, Begini Cara Mengatasinya!

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 24 September 2025 | 01:15 WIB
Ilustrasi bulu kucing rontok
Ilustrasi bulu kucing rontok

JP Radar Kediri - Kerontokan bulu pada kucing pada dasarnya merupakan hal yang wajar karena proses pergantian rambut. Namun, jika bulu yang rontok terlalu banyak hingga meninggalkan bagian tubuh yang botak, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. 

Terdapat berbagai faktor yang bisa menjadi penyebabnya, mulai dari masalah sederhana sampai gangguan kesehatan serius.

Baca Juga: Aqeela Callista dan Harry Vaughan Asmara Gen Z Jadi Spotlight Ter-HOT di Infotainment Awards 2025!

Lalu, Apa Penyebab Bulu Kucing Rontok?

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan rontoknya bulu kucing. Berikut diantaranya:

1. Stress 

Stres bisa membuat kucing menjilat dan menggaruk tubuhnya terus-menerus hingga bulunya rontok. 

Tanda stres dapat terlihat dari perilaku, misalnya sering bersembunyi, makan lebih sedikit, atau jadi agresif. Penyebab umumnya adalah lingkungan baru, seperti pindah rumah.

2. Kutu

Gigitan kutu menyebabkan rasa gatal berlebihan sehingga kucing terus menggaruk tubuhnya. 

Biasanya kutu terlihat sebagai bintik hitam kecil di bulu kucing. Cara mengatasinya bisa dengan sisir serit kutu, sampo khusus anti kutu, atau obat tetes sesuai anjuran dokter.

3. Gangguan Hormon

Kondisi seperti hipertiroidisme membuat kelenjar tiroid memproduksi hormon berlebih. Gejalanya antara lain muntah, diare, nafsu makan meningkat, serta kerontokan bulu. Kondisi ini butuh pemeriksaan dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

4. Sunburn (Terbakar Matahari)

Terlalu lama terkena sinar matahari bisa membuat kulit kucing kemerahan, gatal, melepuh, hingga bulu rontok. Untuk gejala ringan, cukup kompres dingin. Namun, jika parah sebaiknya segera bawa ke dokter.

Baca Juga: Lirik Yel-yel Tepuk Sakinah, Tren yang Sedang Viral di Media Sosial!

5. Efek Samping Obat

Beberapa obat kutu dapat menimbulkan kerontokan bulu pada kucing. Misalnya, studi di Veterinary Dermatology menyebutkan spinetoram bisa menyebabkan kebotakan pada kucing tertentu. Karena itu, selalu konsultasikan obat yang digunakan agar aman.

6. Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi yang kurang, terutama protein dan lemak hewani, bisa membuat bulu kucing rapuh dan mudah rontok. Pastikan makanan kucing seimbang dengan kombinasi makanan basah dan kering yang kaya protein, seperti daging, ayam, atau ikan.

7. Alergi

Kucing dapat mengalami alergi akibat makanan, debu, serbuk sari, hingga gigitan serangga. Selain bulu rontok, biasanya muncul gejala lain seperti gatal, bintik merah, diare, atau napas berbunyi. Untuk menanganinya, dokter hewan perlu mencari penyebab pasti dan memberikan obat antihistamin atau antibiotik sesuai kondisi.

8. Kurap (Ringworm)

Kurap disebabkan infeksi jamur dan sering membuat bulu kucing rontok di area kepala, telinga, atau kaki. Biasanya meninggalkan bercak merah berkerak. Segera bawa kucing ke dokter jika terkena penyakit ini karena bisa menular ke manusia.

Baca Juga: 10 Alasan Kenapa Toyota Innova Jadi MPV Terlaris di Indonesia

Cara mengatasi bulu kucing yang rontok

1. Menyisir bulu kucing setiap hari membantu menghilangkan bulu mati sebelum rontok. Gunakan sisir khusus kucing seperti sisir stainless steel untuk mencegah iritasi kulit penyisiran juga merangsang sirkulasi darah dan mendistribusikan minyak alami kulit kucing, menjaga bulu tetap sehat.

2. Memberikan Nutrisi yang tepat pada kucing sangat penting. Berikan makanan kucing kaya asam lemak omega-3 dan omega-6, seperti makanan berbahan dasar ikan salmon, untuk mendukung kesehatan kulit dan bulu. Pastikan kucing mendapatkan protein berkualitas tinggi, selain itu kekurangan nutrisi dapat memicu kerontokan.

3. Jaga kebersihan dan hindari stress karena stress dapat menyebabkan kucing menjilati bulunya berlebihan, memicu kerontokan. Ciptakan lingkungan yang tenang, sediakan tempat bermain, dan hindari perubahan mendadak di rumah. Jangan terlalu sering memandikan kucing supaya minyak alami kulit tidak hilang.

4. Periksa kesehatan kucing secara berkala. Rontok yang berlebihan bisa jadi tanfa masalah kesehatan, seperti alergi, infeksi kulit, atau parasit (kutu, tungau). Segera konsultasikan ke dokter hewan jika bulu rontok disertai luka, gatal, atau perubahan perilaku.

5. Kontrol parasit dan alergi dengan menggunakan obat anti-parasit secara rutin untuk mencegah kutu dan tingau. Jika ucing alergi terhadap makanan atau lingkungan, identifikasi pemicunya dengan bantuan dokter hewan.

Nama penulis: Amira Hasna Qurratu’ain dan Lorensa Helvi Erning Praja

Editor : Shinta Nurma Ababil
#anabul #tips #bulu kucing rontok #kucing #bulu kucing