Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fakta Penyakit Burung Parkit yang Bisa Menular ke Manusia

Nakula Agi Sada • Senin, 18 Agustus 2025 | 04:29 WIB
Burung Parkit
Burung Parkit

Memelihara burung parkit memang bikin hati adem. Warnanya cerah, suaranya riang, dan tingkahnya lucu banget.

Tapi di balik keceriaan itu, ada satu hal yang kadang luput dari perhatian pemiliknya. Yaitu risiko penyakit yang bisa menular ke manusia.

Tenang, bukan berarti parkit bahaya, kok. Asal tahu caranya, kita bisa tetap aman dan sehat bareng si kecil berbulu ini.

Parkit termasuk jenis burung yang aktif dan suka berinteraksi dengan pemiliknya. Mereka sering hinggap di tangan, pundak, bahkan kadang main gigit gemas.

Nah, interaksi ini yang bikin hubungan kita dengan burung semakin dekat. Tapi sekaligus membuka kemungkinan tertular penyakit kalau parkit sedang sakit.

Salah satu penyakit yang paling terkenal bisa menular dari parkit ke manusia adalah Psittacosis. Atau sering disebut “Parrot Fever”.

Penyakit ini disebabkan bakteri Chlamydia psittaci. Penularannya biasanya lewat debu kotoran, air liur, atau lendir dari burung yang terinfeksi.

Kalau masuk ke tubuh manusia, gejalanya mirip flu. Yaitu demam, batuk, dan lemas.

Yang bikin agak tricky, Psittacosis kadang nggak langsung kelihatan gejalanya di burung. Parkit bisa saja terlihat sehat, padahal sedang membawa bakteri.

Makanya, menjaga kebersihan kandang dan pakan itu penting sekali. Selain demi kesehatan burung, juga demi kita sebagai pemiliknya.

Selain Psittacosis, ada juga penyakit Salmonellosis. Penyebabnya bakteri Salmonella yang bisa ada di kotoran burung.

Kalau kita nggak sengaja terpapar lalu lupa cuci tangan, bakteri ini bisa membuat diare, mual, dan sakit perut. Apalagi kalau daya tahan tubuh kita sedang lemah, efeknya bisa lebih terasa.

Ada juga yang namanya Aspergillosis. Yaitu infeksi jamur dari spora yang berkembang di kotoran atau pakan berjamur.

Jamur ini menyerang sistem pernapasan, baik pada burung maupun manusia. Jadi, jangan anggap sepele pakan yang sudah lembap atau bau apek.

Meski terdengar ngeri, sebenarnya risiko ini bisa ditekan hampir nol kalau kita rajin bersih-bersih. Kuncinya ada di kebersihan kandang, pakan, dan air minum.

Kalau burung sehat, lingkungan bersih, dan pakan segar, kemungkinan menularnya sangat kecil.

Tips paling simpel tapi ampuh adalah cuci tangan setelah memegang burung atau membersihkan kandang. Ini hal sepele yang sering dilupakan, padahal efektif banget mencegah penularan penyakit.

Selain itu, saat membersihkan kandang, sebaiknya semprot sedikit air pada kotoran yang sudah kering. Tujuannya biar debunya nggak beterbangan dan terhirup. Debu ini sering jadi media penyebaran bakteri atau jamur.

Kalau kamu punya anak kecil di rumah, pastikan mereka hanya berinteraksi dengan parkit yang sehat. Anak-anak biasanya suka memegang burung tanpa sadar lalu memegang wajah atau mulut, yang bisa meningkatkan risiko masuknya kuman.

Rajin memeriksakan parkit ke dokter hewan juga sangat dianjurkan, terutama kalau ada tanda-tanda aneh seperti lesu, bulu mengembang, mata berair, atau nafsu makan turun. Lebih cepat ditangani, lebih aman untuk semua.

Jangan lupa, penyakit yang bisa menular ke manusia biasanya juga bisa menular ke burung lain. Jadi kalau kamu memelihara lebih dari satu ekor, isolasi burung yang sakit sampai sembuh total. Ini demi kesehatan seluruh koloni.

Kita juga bisa menambah imunitas burung dengan memberikan pakan bervariasi dan berkualitas. Pakan sehat bikin tubuh burung kuat melawan penyakit, sehingga risiko mereka jadi pembawa bakteri atau virus juga menurun.

Penting juga untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar kandang. Ruangan yang pengap dan lembap adalah surga bagi bakteri dan jamur. Pastikan kandang mendapat cukup cahaya matahari, tapi tetap teduh dan nyaman untuk burung.

Kalau semua langkah ini dijalankan, memelihara parkit tetap jadi hobi yang aman, menyenangkan, dan menyehatkan. Kita bisa menikmati kicauannya tanpa khawatir berlebihan.

Kesimpulannya, burung parkit memang bisa menularkan penyakit ke manusia, tapi hanya kalau kita lalai menjaga kebersihan dan kesehatan burung. Dengan perawatan yang tepat, risiko itu hampir bisa dihilangkan. Jadi, tetap waspada, tapi jangan sampai ketakutan bikin kita nggak menikmati indahnya persahabatan dengan si parkit.(*)

Editor : Mahfud
#sakit #Menular #Parkit