Punya murai batu yang mulai terlihat lesu, jalannya sering nabrak, dan matanya keruh keputihan? Wah, bisa jadi si ekor panjang ini sedang kena katarak. Kondisi ini memang sering bikin panik pemilik burung. Apalagi kalau murai tersebut sudah gacor dan punya nilai tinggi.
Tapi, tenang saja dulu, tak usah panik. Selama ditangani dengan sabar dan tepat, kondisi ini bisa pulih.
Katarak pada murai biasanya ditandai dengan perubahan warna pada bagian tengah mata. Yang tadinya bening jadi seperti susu atau kabut. Penglihatan burung bisa terganggu, bahkan bisa jadi buta kalau dibiarkan terus. Tapi kabar baiknya, di tahap awal, katarak bisa diperlambat bahkan sedikit demi sedikit membaik.
Penyebab katarak sendiri banyak. Bisa karena faktor usia, cedera di sekitar mata, infeksi, paparan sinar UV yang terlalu sering, hingga kekurangan vitamin tertentu—khususnya vitamin A dan E. Nah, dari sini kita bisa lihat, bahwa penanganannya nggak cuma soal tetes mata, tapi juga dari pola rawat secara keseluruhan.
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memisahkan murai dari burung lain. Bukan karena takut menular, tapi supaya burung nggak stres dan lebih tenang. Kondisi tenang bisa bantu mempercepat pemulihan. Karena stres justru bisa memperparah gejalanya.
Baca Juga: Rahasia Pemasteran Murai Batu Biar Gacor
Setelah itu, perhatikan kebersihan area mata. Kamu bisa gunakan air hangat yang sudah direbus untuk membersihkan sekitar matanya. Kalau mau yang alami, bisa juga pakai rebusan daun sirih yang sudah didinginkan. Bersihkan perlahan dengan kapas lembut, jangan digosok kasar.
Berikutnya, kamu bisa mulai menggunakan tetes mata khusus burung. Di pasaran ada produk seperti Bird Eye Drop atau N-Brom, yang memang diperuntukkan buat burung dengan masalah mata. Teteskan 1–2 kali sehari, dan pastikan selalu bersih saat mengaplikasikannya.
Selain perawatan luar, jangan lupa juga perbaiki nutrisi dari dalam. Katarak bisa dicegah dan diperlambat dengan asupan vitamin yang cukup, terutama vitamin A, E, dan antioksidan lain. Kamu bisa beri pakan tambahan seperti pepaya matang, wortel parut, atau jagung manis muda secara rutin.
Kalau kamu punya akses ke suplemen burung, pilih yang mengandung vitamin lengkap. Biasanya ada di produk multivitamin burung yang dijual di kios-kios burung. Tapi pastikan jangan overdosis, cukup seminggu 2–3 kali saja.
Oh iya, penjemuran tetap penting ya. Tapi jangan dijemur saat matahari terlalu terik, terutama sekitar jam 11 siang ke atas. Mata murai yang lagi sensitif bisa makin parah kalau kena cahaya langsung yang menyilaukan.
Buat yang pengin cara alami, beberapa kicau mania juga mencoba ramuan herbal. Contohnya, mencampur air kelapa muda dengan sedikit madu murni lalu diminumkan ke murai. Meskipun hasilnya nggak instan, tapi banyak yang bilang cara ini membantu daya tahan tubuh burung dan memperlambat kerusakan mata.
Baca Juga: Update Harga Murai Batu 2025: Dari Trotolan Murah Sampai Gacoan Mahal
Dalam masa pemulihan, penting sekali untuk menjaga kandang tetap bersih, kering, dan tidak lembap. Kandang yang kotor bisa jadi sarang bakteri yang memperparah kondisi mata. Usahakan semprot desinfektan ringan seminggu sekali.
Satu hal yang nggak boleh dilewatkan: kesabaran. Perawatan mata katarak tak bisa instan. Butuh waktu berminggu-minggu bahkan bulan. Tapi selama burung masih aktif makan dan berkicau meski pelan, berarti harapan masih ada.
Kalau kondisi mata nggak membaik setelah dua minggu, atau malah makin buram dan murai jadi sering nabrak, jangan ragu bawa ke dokter hewan. Di tangan profesional, burung bisa diperiksa lebih detail apakah kataraknya masih bisa ditangani atau tidak.
Untuk murai yang sudah tua, terkadang katarak memang jadi bagian dari proses alami. Tapi bukan berarti kita pasrah begitu saja. Dengan perawatan yang baik, setidaknya kita bisa bantu burung tetap nyaman dan tidak kesakitan.
Baca Juga: Waspadai! Ini Penyakit Umum Murai Batu dan Cara Mengobatinya Agar Cepat Pulih
Beberapa pemilik bahkan memilih mengatur ulang settingan sangkar dengan tempat tangkringan yang lebih rendah agar burung tidak mudah jatuh. Ini penting buat murai yang sudah mulai tidak bisa melihat dengan jelas.
Intinya, katarak bukan akhir dari segalanya. Burung murai tetap bisa punya kualitas hidup yang baik, asal dirawat dengan penuh kasih sayang dan ketelatenan. Rawat dari luar dan dalam, dan jangan lupa beri semangat lewat perhatian kita setiap hari.(*)
Editor : Mahfud