Kalau kamu suka jalan-jalan ke hutan Kalimantan atau Sumatra, ada satu burung kecil yang mungkin nggak langsung kelihatan tapi bakal bikin kamu melirik dua kali. Namanya Asi Topi Sisik. Dari namanya saja sudah unik, ya? Burung ini bukan hanya kecil dan lincah, tapi juga punya tampilan khas yang susah dilupain.
Asi Topi Sisik punya nama ilmiah Mixornis bornensis, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Fluffy-backed Tit-Babbler. Panjang tubuhnya cuma sekitar 13–15 cm, tapi dia punya satu ciri yang bikin dia jadi bintang kecil di tengah lebatnya hutan: “topi” merah bersisik di kepalanya.
Topi sisik ini bukan cuma hiasan biasa. Warna merah-oranye yang berbintik kontras banget dengan bulu tubuhnya yang coklat zaitun. Begitu dia nongol dari balik ranting, pasti langsung menarik perhatian. Apalagi kalau sinar matahari lagi nyorot dari atas, mahkotanya bisa berkilau!
Tubuhnya bulat mungil, dengan dada putih keabu-abuan dan paruh kecil yang runcing. Matanya tajam dan lincah, menandakan dia selalu waspada. Ekor coklatnya sedikit panjang dan sering digerak-gerakkan saat dia meloncat dari dahan ke dahan.
Burung ini hidupnya memang lebih banyak di bawah tajuk pohon. Jadi jangan harap menemukan dia di pucuk pohon kayak burung-burung pemakan buah. Asi Topi Sisik lebih senang mondar-mandir di semak, di balik daun, atau area yang agak teduh.
Kamu mungkin nggak selalu bisa melihatnya, tapi bisa jadi kamu duluan dengar suaranya. Suaranya nyaring dan tajam, kadang seperti “chit-chit-chit” yang diulang cepat. Kalau satu mulai bunyi, biasanya yang lain ikutan, soalnya mereka suka jalan bareng dalam kelompok kecil.
Selain suaranya yang khas, gaya geraknya juga lucu banget. Dia sering terlihat melompat-lompat sambil mencolek daun, nyari serangga kecil buat dimakan. Ya, burung ini memang termasuk pemakan serangga, jadi perannya penting banget buat jaga keseimbangan ekosistem.
Asi Topi Sisik banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatra, dan Semenanjung Malaysia. Mereka menyukai hutan hujan dataran rendah, terutama yang masih alami dan rimbun. Tapi kadang mereka juga muncul di hutan sekunder yang belum terlalu rusak.
burungBaca Juga: Asi Kumis, si Burung Kecil Berkumis yang Bikin Penasaran
Mereka cenderung pemalu. Tapi bukan berarti susah ditemui. Asal kamu pelan-pelan dan diam sejenak di dekat semak yang banyak suara kecil, bisa jadi kamu akan lihat sosok mungil dengan topi merah ini muncul dari balik dedaunan.
Satu hal menarik dari burung ini adalah struktur sosialnya. Mereka sering terlihat bareng, nggak suka sendirian. Dan kadang, mereka ikut dalam kawanan “campuran” bareng jenis burung kecil lain saat berburu makanan bareng-bareng.
Burung Asi Topi Sisik juga dikenal sebagai burung yang setia dengan pasangannya. Mereka membangun sarang dari daun kering dan serat tanaman di semak-semak rendah. Biasanya tersembunyi rapi agar tidak terdeteksi predator.
Masa berkembang biak mereka biasanya mengikuti musim hujan, karena serangga juga lagi banyak-banyaknya. Saat itu, pasangan burung ini bakal terlihat makin aktif mondar-mandir bawa makanan ke sarangnya.
Meski populasinya masih tergolong aman (berstatus Least Concern menurut IUCN), bukan berarti kita boleh cuek. Deforestasi dan perusakan habitat bisa pelan-pelan ngurangin jumlah burung ini di alam liar.
Menjaga habitat hutan tropis adalah salah satu cara terbaik buat memastikan si Asi Topi Sisik tetap bisa eksis. Soalnya, dia nggak bisa hidup di perkotaan atau tempat yang terlalu terbuka. Mereka butuh hutan yang rimbun dan kaya serangga.
Buat kamu yang suka birdwatching, burung ini adalah salah satu hidden gem di hutan Kalimantan dan Sumatra. Meski nggak segede rangkong atau sepopuler elang, Asi Topi Sisik punya pesona unik yang nggak bisa disepelekan.(*)
Editor : Mahfud