Raja Perling, Burung Hitam Mengkilap yang Bikin Kagum Sejak Pandangan Pertama
Nakula Agi Sada• Senin, 28 Juli 2025 | 20:53 WIB
Burung Raja Perling
Pernah melihat burung berwarna hitam legam dengan sorot mata tajam? Juga bulunya yang mengilap seperti logam?
Nah, kemungkinan besar kamu sedang melihat sang Raja Perling. Burung satu ini memang punya pesona yang tak bisa diremehkan. Meski warnanya gelap, justru itulah daya tarik utamanya—elegan dan misterius!
Raja Perling atau dalam dunia ilmiah dikenal sebagai Aplonis panayensis termasuk dalam keluarga burung jalak-jalakan. Mereka tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Terutama di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Jadi kalau kamu tinggal di daerah tropis, kemungkinan besar sudah pernah melihat spesies ini. Melihat merekabertengger di pohon tinggi.
Yang bikin Raja Perling menonjol adalah warna bulunya. Dari kejauhan tampak hitam polos. Tapi saat terkena cahaya matahari, bulunya akan berkilau dengan nuansa ungu, hijau metalik, dan biru. Tak heran banyak orang menyebutnya “burung setelan jas hitam”. Soalnya kelihatan necis banget!
Selain warnanya yang kece, matanya juga jadi daya tarik tersendiri. Mata Raja Perling biasanya berwarna merah terang. Sekilas seperti sedang marah. Namun justru itulah yang membikin dia tampil garang dan karismatik. Benar-benar punya aura burung pemimpin.
Di habitat aslinya, Raja Perling biasanya hidup berkelompok. Mereka suka hinggap di pucuk pohon tinggi sambil ngoceh ramai-ramai. Suaranya memang tak semerdu murai atau cucak ijo. Meskipun demikian, i tetap unik dan bisa jadi hiburan tersendiri kalau kamu suka mengamati burung liar.
Soal makanan, mereka termasuk burung omnivora. Jadi tak pilih-pilih—buah, serangga kecil, nektar, bahkan sisa makanan manusia juga mereka lahap. Karena itu pula, Raja Perling gampang beradaptasi di lingkungan manusia, termasuk di taman kota atau pinggiran hutan.
Yang menarik, Raja Perling juga punya kemampuan meniru suara. Tidak sehebat beo sih, tapi kadang-kadang mereka bisa menirukan suara burung lain di sekitarnya. Jadi, kalau kamu dengar suara aneh dari pohon dan ternyata bukan dari burung yang biasa kamu kenal, bisa jadi itu ulah Raja Perling.
Buat kamu yang suka dunia perburungan, burung ini juga mulai dilirik jadi peliharaan. Tapi, sayangnya belum terlalu banyak dibudidayakan secara serius. Padahal kalau dijinakkan sejak kecil, Raja Perling bisa jadi burung yang setia dan cerdas.
Kalau kamu tertarik memelihara Raja Perling, pastikan kandangnya luas. Karena burung ini aktif dan suka terbang. Beri juga tenggeran tinggi dan pakan variatif biar dia nggak stres. Buah segar seperti pepaya dan pisang bisa jadi menu favoritnya. Ditambah jangkrik atau ulat Hongkong buat tambahan protein.
Hal lain yang perlu kamu tahu, Raja Perling termasuk burung yang tahan banting. Tak gampang sakit, asal lingkungan bersih dan tidak lembab. Tapi tetap ya, kebersihan kandang harus dijaga, karena sisa buah bisa jadi sarang bakteri kalau dibiarkan.
Dari sisi penampilan, burung ini cocok banget jadi koleksi karena warnanya unik dan tampil beda dari kebanyakan burung hias lainnya. Tak perlu bulu warna-warni mencolok, cukup kilau hitamnya saja sudah bikin kagum.
Uniknya lagi, Raja Perling punya semacam “gengsi sosial” dalam kelompoknya. Di alam, mereka suka berkumpul dalam koloni besar dan punya urutan hierarki tertentu. Burung yang lebih dominan biasanya dapat posisi paling tinggi di pohon.
Perilaku sosial mereka ini bikin burung ini asyik diamati. Apalagi kalau kamu punya lebih dari satu ekor, bisa terlihat interaksinya. Kadang saling bersuara, saling bersih-bersihin bulu, atau bahkan berantem kecil rebutan pakan.
Di beberapa daerah, Raja Perling juga punya nilai budaya tertentu. Ada yang percaya kalau burung ini pembawa keberuntungan karena warnanya yang berkilau dan matanya yang tajam. Merupakan simbol ketegasan dan kewibawaan.
Sayangnya, karena habitat alami makin sempit dan banyak pohon besar ditebang, populasi Raja Perling di alam mulai terdesak. Maka dari itu, penting bagi kita menjaga alam. Tidak asal tangkap burung liar untuk dijual.
Kalau kamu kepingin burung ini, carilah dari penangkaran yang resmi. Jangan ambil dari alam liar. Dengan begitu, kamu ikut mendukung pelestarian satwa sekaligus bisa menikmati keindahan burung ini dengan lebih bertanggung jawab.(*)