Menjodohkan burung parkit itu tak semudah menyatukan dua burung terus berharap langsung mesra. Mereka juga punya perasaan. Kalau nggak cocok, bisa-bisa malah berantem terus!
Maka, masa penjodohan adalah proses penting yang butuh pengamatan, kesabaran, dan strategi. Nah, di artikel ini kita bahas tuntas cara menjodohkan burung parkit dari awal sampai siap kawin dan bertelur.
Langkah pertama kamu harus pastikan dulu jenis kelamin burungnya. Jangan sampai kamu menjodohkan dua jantan atau dua betina.
Perhatikan warna cere (bagian atas paruh): jantan umumnya biru, betina cokelat atau putih kebiruan. Dan pastikan umur mereka minimal enam bulan ke atas, karena usia itu biasanya mereka mulai matang secara seksual.
Setelah yakin jantan dan betina, jangan langsung dicampur dalam satu kandang. Biarkan mereka kenalan dulu dari jauh.
Caranya, letakkan sangkar mereka bersebelahan, tapi masih terpisah. Ini bisa berlangsung tiga sampai tujuh hari. Tujuannya biar mereka saling mengenal lewat suara, gerakan, dan aroma tubuh.
Selama masa ini, amati apakah mereka mulai saling tertarik. Ciri-cirinya? Mereka sering saling mendekat ke sisi kandang yang berdekatan, berkicau, saling meniru suara, atau terlihat penasaran satu sama lain. Kalau masih saling cuek, jangan buru-buru disatukan.
Kalau sudah ada tanda-tanda saling suka, kamu bisa mulai mencampurkan mereka dalam satu sangkar, tapi tetap diawasi. Pilih kandang yang cukup luas biar mereka punya ruang masing-masing dan nggak saling merasa terpojok. Idealnya, masukkan kandang baru biar nggak ada dominasi wilayah dari salah satu burung.
Perhatikan hari-hari pertama setelah disatukan. Kalau mereka langsung saling agresif, seperti nyosor, ngejar-ngejar sambil nyepik (nyepik = nyapit pakai paruh), segera pisahkan lagi.
Tapi kalau mereka cuma cekcok kecil lalu cuek, itu masih normal. Anggap saja kayak masa penyesuaian hubungan.
Kalau cocok, biasanya dalam beberapa hari mereka mulai saling grooming (membersihkan bulu satu sama lain), saling suapi makanan, atau tidur saling berdekatan. Nah, itu artinya mereka udah berjodoh. Bisa dibilang, statusnya udah “jadian” secara resmi.
Setelah berjodoh, siapkan kotak sarang (glodok) di dalam kandang. Parkit betina yang siap bertelur bakal mulai masuk ke glodok, merapikan serutan kayu, dan terlihat lebih tenang atau galak kalau diganggu. Glodok ini penting kalau kamu memang niat ternak.
Parkit jantan biasanya akan “merayu” betinanya dengan cara mengangguk-angguk sambil berkicau lembut, bahkan kadang menari kecil. Kalau betina merespons dengan duduk diam dan menerima makanan dari jantan, itu pertanda dia udah siap kawin.
Dalam masa penjodohan dan kawin ini, penting untuk memberi makanan bergizi tinggi. Tambahkan sayuran hijau, biji kaya protein, jagung muda, dan sesekali telur rebus. Jangan lupa juga tulang sotong biar betinanya punya cukup kalsium untuk produksi telur.
Setelah kawin, biasanya butuh waktu tujuh sampai sepuluh hari sampai betina mulai bertelur. Jumlah telurnya bisa tiga sampai enam butir, tergantung kondisi burung. Selama masa pengeraman (sekitar 18 hari), jantan biasanya bantu jagain dan kasih makan betinanya.
Kalau kamu perhatikan betina mulai sering di dalam glodok dan jarang keluar, itu tandanya dia sedang mengerami. Pastikan kondisi kandang tetap nyaman, jauh dari keributan, dan jangan terlalu sering diintip—bisa bikin dia stres.
Setelah telur menetas, barulah tugas jantan makin berat. Dia harus kasih makan betina dan anak-anaknya. Kamu juga bisa bantu dengan memberi makanan lembut seperti bubur bayi atau biji rendam yang mudah dicerna.
Nah, masa penjodohan ini sebenarnya bisa berlangsung singkat atau panjang tergantung karakter burung. Ada yang langsung cocok dalam tiga hari, ada juga yang butuh dua sampai tiga minggu buat klik. Kuncinya: sabar, jangan dipaksain, dan terus amati tingkah lakunya.
Hindari menjodohkan banyak pasang parkit dalam satu kandang kecil. Bisa-bisa bukannya jodoh, malah rebutan pasangan atau wilayah. Kalau niat ternak massal, pastikan kandang koloni cukup besar dan punya banyak glodok.
Jangan kecewa kalau di awal nggak langsung berhasil. Sama kayak manusia, burung juga butuh waktu buat cocok-cocokan. Kadang jantan super aktif malah bikin betina ilfeel. Atau betina terlalu dominan bikin jantan minder.
Masa penjodohan parkit itu penting banget dan nggak boleh asal-asalan. Kalau kamu sabar dan perhatian, bukan cuma berhasil jodohin, tapi bisa lanjut ternak dengan hasil yang sehat dan produktif. Seru, kan? Yuk, mulai kenalkan mereka pelan-pelan!(*)
Editor : Mahfud