Kalau kamu lagi jalan-jalan ke alam Amerika Selatan terus tiba-tiba melihat burung dengan jambul berantakan, suara rami seperti pasar, dan jalan bareng kelompoknya, seperti rombongan arisan… besar kemungkinan itu adalah Guira Cuckoo! Burung ini bukan hanya unik secara penampilan, tapi juga punya segudang kebiasaan seru yang bikin kita makin penasaran.
Guira Cuckoo hidup di wilayah Amerika Selatan, terutama di Brasil, Argentina, Uruguay, Paraguay, dan Bolivia. Mereka lebih suka tinggal di tempat terbuka seperti padang rumput, kebun, hutan terang, bahkan di pinggiran permukiman. Pokoknya asal ada pohon buat nangkring dan tanah lapang buat cari makan, mereka betah.
Salah satu ciri khas Guira Cuckoo yang paling mencolok adalah jambulnya yang heboh. Jambul ini kadang berdiri tegak, kadang agak miring, bikin burung ini kelihatan seperti baru bangun tidur atau lagi dandan ala rockstar tahun 80-an. Tapi justru itulah daya tariknya.
Warna tubuhnya juga cantik. Bagian dada hingga perut putih keabu-abuan. Sementara punggungnya belang hitam-putih.
Paruhnya oranye kekuningan dan cukup besar. Ditambah ekor panjang yang menjuntai, burung ini kelihatan mencolok walau cuma diam di ranting.
Yang bikin Guira Cuckoo makin menarik adalah gaya hidupnya yang super sosial. Mereka hampir tak pernah terlihat sendirian.
Biasanya mereka hidup dalam kelompok kecil hingga besar. Bisa belasan sampai dua puluhan ekor. Kemudian berjalan-jalan bareng ke mana-mana.
Kalau mereka lagi berkumpul, siap-siap saja telinga kamu diserbu suara-suara aneh. Mereka terkenal cerewet. Dengan suara mirip siulan, jeritan kecil, bahkan derit pintu. Tapi bukannya mengganggu, justru bikin hutan terasa lebih hidup.
Soal makanan, Guira Cuckoo termasuk burung pemakan serangga alias insektivora. Mereka doyan banget belalang, jangkrik, ulat, dan berbagai jenis serangga lainnya.
Tapi jangan salah, mereka juga kadang makan katak kecil, cicak, bahkan telur atau anak burung lain kalau ada kesempatan.
Burung ini juga punya sisi “drama” yang unik saat urusan bertelur. Mereka bisa bikin sarang ramai-ramai. Lalu beberapa betina bertelur di tempat yang sama.
Sekilas kelihatan kompak, tapi kadang mereka malah buang telur temannya sendiri. Demi anaknya punya peluang hidup lebih besar.
Sarang Guira Cuckoo biasanya dibuat dari ranting kasar dan tampak besar. Ditempatkan di cabang pohon.
Srang ini kelihatan agak berantakan dari luar tapi ternyata kokoh dan muat banyak. Cocok buat koloni kecil yang doyan hidup bareng.
Kalau kamu pikir mereka ahli terbang, ternyata nggak juga. Guira Cuckoo lebih sering terbang rendah atau melompat-lompat antar-dahan.
Mereka memang bukan tipe burung penjelajah udara. Tapi lebih nyaman main di level-level bawah.
Mereka juga sangat ekspresif. Saat sedang waspada, bersemangat, atau lagi “mood jelek,” jambul mereka bisa berdiri lebih tegak.
Itu semacam bentuk komunikasi nonverbal di antara mereka. Lucu ya, mirip manusia yang ekspresi mukanya gampang ditebak.
Walau terlihat ceria dan ramai, Guira Cuckoo tak cocok dijadikan peliharaan. Mereka sangat bergantung pada kelompoknya. Dan kalau sendirian atau dikurung, bisa stres berat. Jadi biarkan mereka hidup bebas dan bahagia di alamnya.
Hal baiknya, burung ini masih tergolong aman secara populasi. Status konservasinya adalah “Least Concern”. Artinya belum termasuk burung yang terancam punah. Malah di beberapa wilayah populasinya cenderung stabil karena habitat terbuka makin luas.
Menariknya lagi, Guira Cuckoo bisa beradaptasi dengan lingkungan manusia. Mereka tak takut-takut amat mendekati ladang atau kebun. Apalagi kalau banyak serangga buat disantap. Jadi meski berisik, mereka cukup berguna buat petani.
Bagi para pengamat burung, Guira Cuckoo adalah salah satu spesies yang menyenangkan untuk diamati. Gerak-geriknya lucu, suaranya khas, dan kehidupan sosialnya penuh interaksi yang seru. Bisa dibilang mereka termasuk “aktor” di panggung alam liar.
Guira Cuckoo mungkin bukan burung paling anggun, tapi mereka punya kepribadian yang kuat dan tampilan yang ikonik. Jambulnya yang heboh, gaya hidup ramean, dan suara yang mencolok bikin mereka gampang diingat dan susah dilupakan.(*)
Editor : Mahfud