Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Terkecoh Lucunya, Platipus Jantan Ternyata Punya Racun! Yuk Simak Penjelasannya.

Nakula Agi Sada • Kamis, 17 Juli 2025 | 02:15 WIB
Platipus yang lucu
Platipus yang lucu

Siapa sangka, hewan selucu platipus ternyata menyimpan senjata rahasia? Di balik paruh bebek dan tubuh menggemaskannya, platipus jantan punya sesuatu yang bikin banyak orang tercengang: racun!

Yup, mamalia yang satu ini bukan cuma unik karena bisa bertelur, tapi juga karena punya taji beracun di kakinya.

Racun ini nggak dimiliki semua platipus, lho. Hanya platipus jantan yang punya taji beracun di kaki belakangnya.

Biasanya, racun ini muncul dan aktif di musim kawin, saat para jantan saling berebut perhatian betina. Jadi, bisa dibilang, ini semacam senjata buat duel cinta di dunia platipus.

Yang bikin heran, racun platipus bukan main-main efeknya. Bagi manusia, suntikan racunnya memang tidak mematikan, tapi rasa sakitnya disebut-sebut luar biasa.

Bahkan, ada laporan korban manusia yang merasakan nyeri hebat selama berminggu-minggu dan tidak mempan obat pereda nyeri biasa.

Efek racunnya bisa menyebabkan pembengkakan parah, terutama di area yang terkena sengatan.

Rasa sakitnya digambarkan seperti ditusuk-tusuk dari dalam dan bisa menjalar ke seluruh anggota tubuh.

Bahkan setelah pembengkakan hilang, rasa sakit bisa tetap bertahan. Kebayang nggak tuh?

Lalu, racun ini terletak di mana? Jawabannya: di dalam taji yang ada di pergelangan kaki belakang platipus jantan.

Saat merasa terancam atau sedang bertarung, mereka bisa menancapkan taji ini ke musuhnya, lalu menyuntikkan racun langsung ke jaringan tubuh lawan.

Secara ilmiah, racun platipus terdiri dari campuran protein kompleks yang menyerang saraf dan pembuluh darah.

Para ilmuwan masih meneliti kandungan racunnya secara lengkap karena ini sangat unik dan tidak banyak ditemui di mamalia lain.

Uniknya lagi, racun ini bukan untuk berburu. Platipus nggak menggunakannya untuk menangkap makanan.

Makanan utama mereka seperti cacing, larva, atau serangga air ditangkap pakai paruh, bukan pakai taji. Jadi racun ini lebih untuk pertahanan dan pertarungan antarjantan.

Dalam dunia hewan, keberadaan racun pada mamalia sangat langka. Selain platipus, hanya sedikit mamalia lain yang diketahui punya racun, seperti kelelawar vampir atau solenodon.

Tapi platipus tetap jadi yang paling menarik karena bentuk dan fungsi racunnya sangat spesifik.

Para peneliti meyakini bahwa racun ini adalah salah satu warisan evolusi purba. Platipus termasuk hewan monotremata yang sangat primitif, jadi banyak fitur tubuhnya masih mempertahankan ciri khas hewan masa lampau.

Bisa jadi, dulu lebih banyak mamalia punya racun, tapi sekarang hanya platipus yang masih menyimpannya.

Lalu, bagaimana cara menghindari racun ini kalau ketemu platipus di alam liar? Jawabannya simpel jangan disentuh.

Platipus memang kelihatan menggemaskan, apalagi saat berenang tenang di sungai. Tapi mereka tetap hewan liar yang bisa merasa terancam dan menyerang balik.

Sayangnya, belum ada penawar khusus untuk racun platipus. Perawatan biasanya hanya mengandalkan penghilang rasa nyeri, walau itu pun sering kurang efektif.

Makanya, banyak dokter hewan dan ilmuwan yang hati-hati banget kalau harus menangani platipus jantan.

Meski beracun, platipus tetap nggak bisa dianggap berbahaya seperti ular atau kalajengking.

Mereka cenderung pemalu, tidak agresif terhadap manusia, dan hanya menyerang kalau terpaksa. Jadi, asal nggak ganggu mereka, kita juga aman.

Lucunya, banyak orang baru tahu soal racun ini setelah dewasa. Platipus sering muncul di buku anak-anak, film kartun, atau boneka binatang.

Semua digambarkan imut, jinak, dan polos. Tapi kenyataannya? Ada “jurus rahasia” di balik kaki belakangnya.

Kehadiran racun ini juga membuat platipus jadi makin menarik buat dunia medis. Para ilmuwan berharap suatu hari bisa memanfaatkan kandungan racunnya untuk membuat obat, terutama dalam pengobatan nyeri kronis. Siapa tahu, racun ini bisa jadi kunci untuk hal besar di masa depan.

Jadi, kesimpulannya platipus memang hewan yang aneh, unik, dan penuh kejutan. Di balik keimutannya, ada sisi gelap berupa racun yang tidak boleh diremehkan.

Mereka adalah bukti bahwa alam bisa menyimpan misteri paling tak terduga di balik wajah lucu seekor makhluk.

Kalau suatu hari kamu main ke Australia dan lihat platipus di sungai, cukup nikmati dari jauh aja ya.

Nggak usah pegang-pegang atau ngajak selfie. Karena di balik paruh bebeknya, bisa jadi dia lagi nyiapin taji penuh racun yang siap menyuntik balik!

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#platipus