Namanya burung cabak. Nggak banyak yang kenal, padahal burung ini punya segudang keunikan yang bikin penasaran.
Burung cabak termasuk burung malam alias nokturnal. Mereka aktif saat matahari tenggelam dan mulai mencari mangsa di bawah remang-remang cahaya bulan.
Suaranya khas banget, kadang seperti dengungan panjang, kadang terdengar seperti siulan berulang. Mistis? Iya, tapi juga keren.
Salah satu ciri paling mencolok dari burung cabak adalah kemampuan kamuflasenya.
Bulu-bulu mereka punya corak dan warna yang sangat mirip dedaunan kering atau batang kayu.
Baca Juga: 7 Jenis Burung Paling Responsif Terhadap Suara Gemericik Air, Siapa Paling Cepat Bunyi?
Nggak heran kalau siang hari mereka nyaris nggak kelihatan, bahkan saat kamu berdiri hanya beberapa meter dari tempat mereka bertengger.
Menariknya lagi, burung cabak ini nggak suka ribet. Mereka biasanya nggak bikin sarang seperti burung-burung lain.
Telur mereka diletakkan langsung di tanah atau di atas daun-daun kering. Tapi jangan salah, walaupun terlihat sembarangan, posisi itu dipilih dengan sangat hati-hati.
Burung ini punya mulut besar yang sangat lebar. Tapi jangan tertipu sama paruhnya yang mungil, begitu dibuka, lebar mulutnya bikin kamu heran.
Mulut itu berguna banget buat menangkap serangga-serangga malam sambil terbang cepat di udara.
Makanan favorit burung cabak antara lain capung, ngengat, kumbang, dan serangga malam lainnya.
Baca Juga: Bagaimana Bisa Suara Gemericik Air Ampuh Atasi Burung Macet Bunyi? Yuk Simak Penjelasannya
Mereka biasanya berburu dengan cara terbang rendah dan cepat, lalu menyambar mangsa menggunakan teknik aerial hawking alias berburu sambil terbang.
Di Indonesia, ada beberapa jenis burung cabak yang cukup dikenal, seperti cabak jawa (Caprimulgus affinis), cabak kelam (Caprimulgus macrurus), cabak gunung (Caprimulgus poliocephalus), hingga cabak maling (Eurostopodus temminckii). Nama-namanya unik ya?
Salah satu yang cukup terkenal adalah cabak kelam. Ukurannya lebih besar dari jenis cabak lainnya, dan suaranya bisa terdengar dari kejauhan.
Mereka sering ditemukan di hutan dataran rendah hingga perbukitan. Kalau kamu lagi kemping malam di hutan dan dengar suara “ciiiirrrr... chiiirrr...”, bisa jadi itu si cabak lagi nyanyi.
Burung ini juga terkenal karena sulit diamati. Selain karena aktif di malam hari, mereka juga jarang terbang tinggi.
Biasanya hanya meluncur rendah di atas tanah atau semak-semak. Jadi, walaupun ada di sekitarmu, kamu belum tentu sadar keberadaannya.
Banyak orang mengira burung cabak adalah burung hantu. Wajar sih, karena sama-sama aktif di malam hari dan punya suara misterius.
Baca Juga: Baru Mulai Hobi Burung Kacer? Ini 5 Panduan Penting Biar Nggak Salah Beli
Tapi sebenarnya mereka beda keluarga. Burung cabak berasal dari keluarga Caprimulgidae, bukan Strigidae seperti burung hantu.
Ada juga kepercayaan masyarakat yang mengaitkan burung ini dengan hal-hal gaib.
Suaranya yang terdengar saat malam dianggap sebagai pertanda atau suara dari dunia lain. Padahal ya, itu cuma burung cari jodoh atau mangsa. Tapi cerita-cerita kayak gitu memang bikin burung ini makin misterius.
Burung cabak bukan termasuk burung yang biasa dipelihara. Selain karena aktif malam dan sulit jinak, mereka juga lebih cocok hidup liar di alam.
Jadi, biarkan mereka hidup di habitat aslinya ya. Tapi kalau kamu hobi birdwatching, mengamati mereka dari kejauhan bisa jadi pengalaman yang seru.
Secara ekosistem, keberadaan burung cabak itu penting banget. Mereka membantu mengendalikan populasi serangga malam. Jadi bisa dibilang, mereka adalah pasukan pembersih malam yang menjaga keseimbangan ekosistem.
Sayangnya, keberadaan burung cabak mulai terancam di beberapa wilayah. Habitat yang rusak, pembukaan lahan, dan polusi cahaya malam bisa mengganggu aktivitas mereka.
Karena itu, penting banget untuk menjaga kelestarian hutan dan area alami lainnya.
Baca Juga: Setelan Harian Burung Kacer Biar Gacor Harian dan Tampil Maksimal Saat Lomba
Kalau kamu tertarik mendengar suaranya, coba cari rekaman suara burung cabak di YouTube atau platform suara burung. Dijamin, kamu bakal merinding sekaligus penasaran. Tapi jangan takut duluan ya. Mereka nggak berbahaya kok.
Burung cabak mungkin bukan burung populer kayak murai batu atau kacer, tapi keunikan mereka justru jadi daya tarik tersendiri. Mereka adalah penjaga malam hutan yang setia, meskipun tak banyak yang menyadari kehadirannya.
Jadi, kalau suatu saat kamu lagi jalan malam dan dengar suara aneh dari balik semak, siapa tahu kamu baru saja dilewati burung cabak. Bukannya takut, kamu harus beruntung karena baru saja bersua dengan sang hantu malam yang misterius.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira