Suara Burung Lark Calandra yang Penuh Harmoni, Seindah Apa Kicauannya?
Nakula Agi Sada• Minggu, 6 Juli 2025 | 17:19 WIB
Calandra Lark
Kalau kamu pernah dengerin kicauan burung sambil duduk santai di taman atau sawah, pasti tahu betapa damainya suara alam itu. Tapi pernah nggak kamu dengar suara burung Calandra Lark? Burung yang satu ini tidak hanya cantik, tapi juga memiliki suara kicauan yang luar biasa—bahkan disebut sebagai salah satu pengicau terbaik dari padang rumput Eurasia.
Lark Calandra (Melanocorypha calandra) adalah burung pengicau yang berasal dari kawasan terbuka Eropa Selatan hingga Asia Barat. Sekilas tampak biasa saja: warna bulunya cokelat tanah, ada dua bercak hitam di leher, dan tubuhnya agak gempal. Tapi jangan tertipu penampilan! Begitu dia buka suara, kamu bakal langsung jatuh hati.
Yang bikin spesial, burung Lark Calandra ini sering berkicau sambil terbang tinggi di udara. Kicauannya bukan sekedar “ciap-ciap” seperti burung kebanyakan. Nada-nadanya kaya, bervariasi, dan panjang. Burung ini bisa berkicau selama lebih dari satu menit tanpa putus—dengan kombinasi nada naik-turun yang sangat harmonis.
Suaranya mirip perpaduan antara murai batu, kenari, dan sedikit efek “improvisasi” kayak burung mockingbird. Terlebih lagi, Calandra Lark dikenal memiliki kemampuan menirukan suara burung lain. Jadi dalam satu sesi kicauannya, saja kamu bisa mendengar suara lark lain, burung pipit, atau bahkan suara serangga!
Kemampuan vokalnya ini bukan sekedar buat pamer. Bagi Calandra Lark jantan, kicauan adalah senjata utama untuk menarik perhatian wanita. Semakin panjang, rumit, dan keras kicauannya, semakin besar peluang dia dilirik sebagai pasangan. Makanya, mereka sangat serius dalam urusan menyanyi.
Menariknya, burung ini lebih sering berkicau di musim semi dan awal musim panas, terutama saat pagi dan sore hari. Udara yang tenang membuat suaranya bisa terdengar jauh, bahkan hingga beberapa ratus meter dari tempat dia terbang. Bayangkan ada konser musik kecil di tengah padang rumput—begitulah kira-kira sensasinya.
Para pengamat burung alias birdwatcher sering menyebut suara Calandra Lark sebagai “langit bernyanyi”. Karena memang, mereka sering mengudara sambil bernyanyi, seolah-olah langit sendiri yang menyuarakan melodi alami. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi pecinta alam yang suka menjelajahi padang terbuka.
Bukan cuma suaranya yang kompleks, tapi ritme dan nadanya pun sangat kaya. Dalam satu sesi, kamu bisa mendengar nada lembut, nada pendek-pendek cepat, lalu tiba-tiba berubah menjadi nada panjang seperti siulan. Ini menunjukkan tingkat kecerdasan vokal yang sangat tinggi.
Dibanding burung lark lainnya seperti Eurasian Skylark, suara Calandra Lark lebih keras, lebih dalam, dan punya frekuensi lebih lebar. Kalau Skylark itu seperti penyanyi pop, Calandra Lark lebih cocok disebut penyanyi opera—penuh teknik, kuat, dan emosional.
Banyak rekaman suara Calandra Lark tersedia secara online, mulai dari situs burung hingga YouTube. Kalau kamu dengerin pakai headset sambil pejam mata, rasanya kayak lagi duduk di tengah padang rumput di Eropa Timur. Damai banget.
Bahkan beberapa produser film dan game pernah menggunakan suara burung ini sebagai efek alam, karena dianggap mewakili suasana damai, terbuka, dan penuh kebebasan. Jadi meski tidak populer secara umum, Calandra Lark punya tempat tersendiri di dunia audio alami.
Sayangnya, keindahan suara mereka semakin sulit didengar karena habitatnya semakin menyempit. Lahan pertanian modern, pestisida, dan pembangunan membuat populasi mereka di beberapa negara mulai berkurang. Padahal tanpa mereka, padang rumput jadi lebih sepi.
Burung ini termasuk burung pembohong yang dilindungi di sebagian negara Eropa. Oleh karena itu, lebih baik kita nikmati suaranya dari rekaman atau langsung di alam saat sedang liburan ke sana. Jangan pernah mencoba pelihara atau menangkap mereka ya.
Satu hal yang membuat suara Calandra Lark begitu istimewa adalah keaslian dan kejujurannya. Mereka tidak diajari manusia untuk berkicau bagus. Semua itu alami, bawaan lahir, dan hasil dari evolusi yang panjang. Jadi kicauan mereka adalah bentuk murni dari seni alam.
Kalau kamu seorang pencinta burung, wajib banget dengerin kicauan Calandra Lark. Meskipun mereka bukan burung lomba, tapi suaranya bisa menenangkan hati dan membuat kamu semakin cinta sama alam. Cocok jadi teman ngopi, baca buku, atau sekadar menenangkan pikiran.
Jadi, seindah apa suara Calandra Lark? Jawabannya: indahnya tidak hanya di telinga, tapi juga terasa sampai ke hati. Sebuah lagu dari langit yang tidak perlu panggung, tapi cukup dengan langit biru dan hamparan rumput padang sebagai panggungnya.