Radar Kediri – Bagi sebagian besar pecinta kucing, melihat hewan kesayangan bertingkah lucu saat ikut-ikutan mengendus makanan yang sedang disantap majikannya adalah hal yang biasa.
Tak jarang, kucing juga menunjukkan ketertarikan pada makanan yang sebenarnya bukan untuk mereka, termasuk buah-buahan seperti semangka yang dikenal dengan rasa manis dan kesegaran tinggi. Lantas, muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar di kalangan pemilik kucing: apakah kucing boleh makan semangka?
Ternyata, jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Secara umum, semangka bukanlah jenis makanan yang berbahaya bagi kucing.
Kandungan airnya yang mencapai lebih dari 90 persen bahkan bisa membantu menjaga kadar cairan dalam tubuh kucing, terutama saat cuaca panas atau ketika kucing terlihat kurang minum.
Dalam jumlah kecil dan diberikan dengan cara yang benar, semangka bisa menjadi camilan ringan yang menyegarkan bagi si meong.
Namun, meskipun tidak tergolong berbahaya, bukan berarti semangka bisa diberikan secara sembarangan atau dijadikan bagian dari makanan utama.
Kucing merupakan hewan karnivora sejati, yang berarti kebutuhan nutrisinya sebagian besar berasal dari protein hewani. Sistem pencernaan mereka tidak dirancang untuk mengolah buah-buahan dalam jumlah besar, apalagi yang mengandung gula alami seperti semangka.
Gula dalam semangka memang tergolong rendah jika dibandingkan buah lain, tetapi tetap saja jika dikonsumsi berlebihan, bisa menimbulkan gangguan pada metabolisme tubuh kucing.
Yang perlu diperhatikan juga adalah bagian biji dan kulitnya. Meskipun manusia sering makan semangka langsung dengan tangan tanpa pikir panjang, untuk kucing, hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan.
Biji semangka berpotensi menyebabkan sumbatan atau masalah pencernaan jika tertelan, sementara kulit semangka sangat sulit dicerna dan tidak mengandung manfaat apapun untuk kucing.
Oleh karena itu, jika ingin berbagi semangka dengan si kucing, pastikan hanya bagian daging buahnya saja yang diberikan, dalam potongan kecil, tanpa biji, dan tentunya dalam porsi yang terbatas.
Apabila setelah makan semangka kucing menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman seperti muntah, diare, atau lesu, sebaiknya segera hentikan pemberian dan perhatikan kondisi kesehatannya.
Meskipun semangka tergolong aman, tidak semua kucing memiliki respon tubuh yang sama terhadap makanan baru. Ada yang bisa menerima dengan baik, ada pula yang justru mengalami gangguan pencernaan.
Kesimpulannya, semangka memang bukan makanan berbahaya bagi kucing dan bisa diberikan sesekali sebagai camilan, terutama saat cuaca sedang panas. Namun, porsinya harus dibatasi, cara penyajiannya harus benar, dan yang paling penting, jangan sampai menjadikannya sebagai pengganti makanan utama.
Menjadi pemilik kucing yang bijak adalah soal memahami kebutuhan nutrisi hewan peliharaan kita dan memberikan yang terbaik untuk kesehatannya jangka panjang.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira